Mbah Putri Boyong Mbah Cipto Pengemis Tajir Sragen ke Bekasi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 09/09/2019 18:16
Mbah Putri Boyong Mbah Cipto Pengemis Tajir Sragen ke Bekasi
Mbah Cipto saat memeluk erat sang istri dan menangis saat dijemput anak dan istrinya di rumah Singgah Dinas Sosial Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM - Happy Ending, mungkin itulah nasib Mbah Cipto pengemis tajir yang ditangkap Satpol PP Sragen beberapa waktu lalu.

Kakek 75 tahun pemilik nama lengkap Cipto Wiyono Sukijo itu akhirnya bisa kembali berkumpul dengan istri, anak dan cucu-cucunya. Kalau tidak ditangkap, mungkin Mbah Cipto akan menghabiskan sisa hidupnya di jalanan.

Kabid Resos Dinsos Sragen, Hutomo Ramelan menuturkan dari penelusuran dan keterangan keluarga, jauh sebelumnya Mbah Cipto sebenarnya hidup harmonis dengan ekonomi cukup berada di Banaran, Sambungmacan, Sragen.

BACA: Kecelakaan Tragis di Tol Soker Ngrampal Sragen. Gegara Pecah...

Mbah Cipto selama ini dikenal berwatak keras dan sering mengamuk, hingga memisahkan dengan anak istrinya selama 20 tahuna. “Mengharukan tadi. Kerasnya hati Mbah Cipto ternyata bisa luluh juga dengan kejadian ini," ujarnya Minggu 8 September 2019..

Selama ini Mbah Cipto bilang sebenarnya rindu Mbah Putri (istrinya) yang selama ini sering dia pukuli kalau ada yang tidak berkenan di hatinya.
"Alhamdulillah, Allah sudah membuka hati Mbah Cipto dan mempertemukan kembali dengan keluarga,” ujar Kasie Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Sragen Ine Marliah yang tak kuasa menahan haru menyaksikan pertemuan itu.

Anak mereka ada yang tinggal di Jenar dan lainnya di Bekasi. Semuanya juga sukses dan punya ekonomi mapan.

“Sebelum kemudian cobaan menimpa.Mbah Cipto ketika usahanya bangkrut. Lalu depresi dan psikisnya agak terguncang. Dia sering mengamuk dan memukuli istrinya kalau nggak berkenan. Bahkan sempat mengusir pula.

Akhirnya istrinya dijemput oleh anaknya ke Bekasi. Mbah Cipto sendirian di Sambungmacan dan kemudian berkeliling meminta-minta,” terang Hutomo

Ia menguraikan setelah bertemu putra dan istrinya, Mbak Cipto akhirnya mau diajak pulang ke Bekasi untuk tinggal bersama putranya.

Semua uang, deposito dan barang yang sempat diamankan di rumah singgah, kemudian diserahkan kembali kepada Mbah Cipto dan putranya.

Cerita Mbah Cipto terungkap ketika dia diamankan tim patroli Satpol PP saat meminta-minta di sekitar Bangjo Radio Umum Cantel, Sragen Kota.

Kakek itu diamankan dengan barang bawaan sebuah tas lusuh dan tongkat berklontong yang dijadikan senjatanya. Mbah Cipto dinilai meresahkan lantaran kalau minta uang tak dikasih, langsung memukul pakai tongkat saktinya itu.

Saat dibawa ke Rumah Singgah Dinsos, digeledah dan diperiksa bersama oleh tim, semua terbelalak. Di tas lusuh milik Mbah Cipto, tenyata isinya uang lembaran yang sudah dilak-lak namun dibungkus 16 plastik sehingga terlihat lusuh.

BACA: 4 Kali Nyalon Gagal Terus, Cakades di Kedungwaduk Sragen...

Setelah dihitung, total uang tunainya mencapai Rp 12.419.000. Tak cukup sampai di situ, petugas makin kaget setelah mengecek sebuah plastik lusuh yang di dalamnya berisi surat deposito dari BNI atas nama Mbah Cipto dengan nominal Rp 25 juta dengan tempo tertera 24 Agustus 2018.

Kemudian ada sebuah buku rekening juga atas nama Mbah Cipto dengan saldo Rp 15 juta namun terlihat tanda penarikan dan saldo tersisa tinggal Rp 22.000. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT