Mbah Cipto Pengemis Tajir, Pernah Kaya Kemudian Bangkrut Lalu Depresi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 09/09/2019 10:00
Mbah Cipto Pengemis Tajir, Pernah Kaya Kemudian Bangkrut Lalu Depresi
Mbah Cipto saat memeluk erat sang istri dan menangis saat dijemput anak dan istrinya di rumah Singgah Dinas Sosial Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pengemis lanjut usia bernama Mbah Cipto Wiyono Sukijo (75), yang sempat menggegerkan publik karena punya tabungan dan uang puluhan juta akhirnya dijemput keluarganya Sabtu 8 September 2019.

Momen haru pun tercipta ketika kakek asal Dukuh Sundoasri RT 19, Banaran, Sambungmacan itu didatangi sang istri dan putranya yang sudah 20 tahun terpisah.

BACA: Dramatis dan Menegangkan di Pilkades Taraman Sragen. Kamdijo Kandas,...

Menurut cerita warga dan kerabat, mereka terpisah karena tabiat keras Mbah Cipto yang tak pernah mau menerima masukan keluarga dan memilih menjalani apapun sesukanya sendiri.

Di hadapan para petugas Dinas Sosial yang datang ke Rumah Singgah Dinsos, pasangan kakek nenek itu kemudian larut dalam tangisan haru. Semua yang melihat pun ikut trenyuh.

Kabid Resos Dinsos, Hutomo Ramelan menuturkan dari penelusuran dan keterangan keluarga, jauh sebelumnya Mbah Cipto sebenarnya hidup harmonis dengan ekonomi cukup berada di Banaran, Sambungmacan, Sragen.

Anak mereka ada yang tinggal di Jenar dan lainnya di Bekasi. Semuanya juga sukses dan punya ekonomi mapan.

“Sebelum kemudian cobaan menimpa.Mbah Cipto ketika usahanya bangkrut. Lalu depresi dan psikisnya agak terguncang. Dia sering mengamuk dan memukuli istrinya kalau nggak berkenan. Bahkan sempat mengusir pula. Akhirnya istrinya dijemput oleh anaknya ke Bekasi. Mbah Cipto sendirian di Sambungmacan dan kemudian berkeliling meminta-minta,” terang Hutomo.

Ia menguraikan setelah bertemu putra dan istrinya, Mbak Cipto akhirnya mau diajak pulang ke Bekasi untuk tinggal bersama putranya.

Semua uang, deposito dan barang yang sempat diamankan di rumah singgah, kemudian diserahkan kembali kepada Mbah Cipto dan putranya.

Cerita Mbah Cipto terungkap ketika dia diamankan tim patroli Satpol PP saat meminta-minta di sekitar Bangjo Radio Umum Cantel, Sragen Kota. Kakek itu diamankan dengan barang bawaan sebuah tas lusuh dan tongkat berklontong yang dijadikan senjatanya.

Mbah Cipto dinilai meresahkan lantaran kalau minta uang tak dikasih, langsung memukul pakai tongkat saktinya itu.

BACA: 4 Kali Nyalon Gagal Terus, Cakades di Kedungwaduk Sragen...

Saat dibawa ke Rumah Singgah Dinsos,  digeledah dan diperiksa bersama oleh tim, semua terbelalak. Di tas lusuh milik Mbah Cipto, tenyata isinya uang lembaran yang sudah dilak-lak namun dibungkus 16 plastik sehingga terlihat lusuh.

Setelah dihitung, total uang tunainya mencapai Rp 12.419.000. Tak cukup sampai di situ, petugas makin kaget setelah mengecek sebuah plastik lusuh yang di dalamnya berisi surat deposito dari BNI atas nama Mbah Cipto dengan nominal Rp 25 juta dengan tempo tertera 24 Agustus 2018.

Kemudian ada sebuah buku rekening juga atas nama Mbah Cipto dengan saldo Rp 15 juta namun terlihat tanda penarikan dan saldo tersisa tinggal Rp 22.000. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT