Tak Mau Kalah dengan Ojek dan Taksi Online, Yogyakarta Punya GrabAndong
JOGLOSEMARNEWS.COM | 06/09/2019 06:07
Tak Mau Kalah dengan Ojek dan Taksi Online, Yogyakarta Punya GrabAndong
Hujan deras yang masih mengguyur Yogyakarta pada libur akhir pekan Sabtu (7/4) turut memberi berkah bagi para penarik andong untuk membawa wisatawan berbelanja di pusat oleh-oleh sekitar kawasan Malioboro. TEMPO/ Pribadi Wicaksono.

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Operator transportasi online Grab meluncurkan layanan transportasi GrabAndong, pada Jumat, (23/8/2019). GrabAndong diluncurkan bersamaan dengan Malioboro Night Festival 2019 di Jalan Malioboro.

Hadir dalam peluncuran GrabAndong itu Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Arief Yahya menunggang andong bersama dari Komplek Kepatihan menuju monumen Serangan Oemoem 1 Maret 2019 di kawasan Titik Nol Kilometer.

Andong online ini digadang-gadang menjadi penunjang daya tarik pariwisata dan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Yogyakarta serta menambahkan pengalaman unik dan menarik bagi wisatawan. Melalui Paguyuban Andong DIY, sebagian dari pendapatan GrabAndong akan digunakan untuk mendukung program perawatan kuda yang menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

 
 
Menteri Arief mengatakan andong online ini merupakan kelanjutan dari kemitraan dalam mendukung Wonderful Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonik. Alat transportasi ini diharapkan bisa memberi pengalaman baru dan unik serta menjadi daya tarik wisatawan ini. “Harapannya, dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi ini,” ujar Arief.

Arief mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya dan Wonderful Indonesia telah menjadi inisiatif berkelanjutan dari Kemenpar untuk mempromosikan destinasi wisata tersebut.

Grab Andong ini menjadi kelanjutan program sebelumnya GrabBajay di Jakarta serta GrabBetor di Medan, dan GrabBentor di Gorontalo. “Kami apresiasi inisiatif Grab untuk mendukung peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonik di Yogyakarta yang dapat memberikan pengalaman baru dan unik serta menjadi daya tarik wisatawan ini,” kata Arief.

Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan, Yogyakarta tidak cuma menawarkan keindahan dari lokasi-lokasinya, tapi keunikan moda transportasi sehingga membuat wisatawan semakin berkesan. “Yogyakarta juga menawarkan andong sebagai salah satu transportasi utama yang memikat wisatawan. Sehingga wisatawan yang datang memiliki kenangan tersendiri saat ke Yogyakarta,” katanya.

Data Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah turis yang mengunjungi Yogyakarta semakin meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2017, rata-rata jumlah turis Yogyakarta mencapai 435.775 orang, di mana sekitar 50 persennya mengunjungi kawasan Malioboro. “Dengan semakin membeludaknya jumlah turis ini, tentu bisa dimanfaatkan untuk mendorong potensi penggunaan andong sebagai transportasi penunjang” kata Sultan.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, peluncuran GrabAndong merupakan bentuk dukungan Grab untuk melestarikan ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Yogyakarta kepada penduduk sekitar maupun wisatawan.

“Kami senang dapat memfasilitasi kebutuhan para wisatawan dan pengguna Grab yang ingin menjelajahi kawasan Malioboro dengan moda transportasi tradisional yang khas berpadukan dengan dukungan teknologi terkini,” ujarnya.

Saat ini, ada 500 andong yang tersebar di Malioboro. Namun, untuk fase GrabAndong pertama, hanya 26 andong yang terdaftar untuk proyek awal. Ke depannya, Grab akan menambah lebih banyak mitra pengemudi, yakni sekitar 200 mitra untuk GrabAndong dalam waktu enam bulan ke depan.

 


BERITA TERKAIT