Perkosa Keponakan, Paman Dijerat UU Perlindungan Anak dan UU Pornografi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 05/09/2019 13:17
Perkosa Keponakan, Paman Dijerat UU Perlindungan Anak dan UU Pornografi
Ilustrasi

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berada di bawah pengaruh minuman keras (miras), IS (33) warga Dukuh Ngrantan, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo tega mencabuli siswi SMP yang masih terhitung keponakan sendiri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dia harus menjalani proses hukum. Dia dijerat Pasal 81 (1) dan Pasal 82 (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindugan Anak juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.

BACA: Kepala Gudang dan Kabag PT PAN Brother Sragen Ditangkap...

Dia mengakui telah melakukan perbuatan bejat itu. Bukan hanya itu, dia juga merekam aksinya dengan smartphone. Lantas mengirimkannya secara iseng ke seorang teman.

“Baru satu kali (mencabuli), habis minum (miras). Saya mengaku bersalah,” kata dia saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo awal pekan ini.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menjelaskan, kejadian bermula pada Mei 2019 pukul 12.30 WIB. Ketika itu pelaku menjemput korban pulang sekolah. Saat itu pelaku sudah dalam pengaruh alkohol. “Kemudian muncul niatan untuk melakukan aksi bejatnya itu,” tegas Kapolres, Rabu 4 September 2019.

BACA: Sehari Tadi 200an Pengendara di Sragen Kena Tilang, Mayoritas...

Korban oleh pelaku dibawa ke pinggir sungai Dam Lawu Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Di tempat itu pelaku memaksa korban untuk melakukan persetubuhan. Saat melakukan persetubuhan pelaku juga sempat merekam dengan smartphone.

Pasca kejadian itu korban tidak berani melaporkan kepada orang tuanya. Sampai akhirnya video yang sempat pelaku rekam beredar di media sosial dan diketahui oleh orang tua korban dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukoharjo, Selasa 13 Agustus 2019. Aria/Polres Sukoharjo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT