Bupati Sragen Tak Setuju Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/09/2019 14:10
Bupati Sragen Tak Setuju Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wacana kenaikan premi iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menuai reaksi minir dari pemerintah  daerah. Kebijakan BPJS itu dianggap menghadirkan buah simalakama bagi daerah lantaran menghadirkan dua sisi dilematis yang sama-sama memberatkan.

Tak terkecuali bagi Pemkab Sragen. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati terang-terangan tak sependapat dengan kebijakan kenaikan premi BPJS. Namun ia mengakui daerah juga tak punya kuasa untuk menolak karena itu adalah kebijakan pemerintah pusat.

Kepada wartawan, Bupati Yuni mengaku jika ditanya soal kenaikan premi BPJS, dirinya mengaku tidak setuju. Pasalnya kenaikan iuran premi itu jelas akan membebani keuangan daerah. Dia yakin hal dan pendapat yang sama akan dirasakan banyak kepala daerah.

“Kalau sebagai bupati, saya ditanya apakah setuju dengan kenaikan iuran BPJS? Saya jawab tidak. Karena kenaikan ini membuat anggaran pemerintah daerah semakin terbebani,” paparnya ditemui di ruang bupati.

Bupati menguraikan ketidaksetujuannya itu didasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2019 tentang pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mewajibkan Pemda untuk menyiapkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total anggaran, kesehatan (10 persen), infrastruktur (25 persen).

Artinya sudah 55 persen anggaran APBD digunakan untuk sektor-sektor yang sudah diplot pemerintah pusat

“Lha kalau ditambah dengan belanja pegawai, sisa berapa? Lama-lama kita tidak bisa bergerak karena harus ada ketentuan yang dipenuhi. Berarti nanti visi misi pemda ke depan tidak akan bisa lepas dari faktor-faktor itu. Tahun ini visi misi saya bangun rumah sakit masih bisa linier (dengan pusat). Tapi tahun depan? Saya mau bangun mal pelayanan publik sekian miliar tentu harus berfikir,” urainya.

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT