Siswa MTs 8 Sragen Raih Penghargaan di World Robot Games 2019 Thailand
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/09/2019 09:00
Siswa MTs 8 Sragen Raih Penghargaan di World Robot Games 2019 Thailand
Muawanatul Badriyah bersama M Rizqi saat menerima penghargaan. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anak Sragen tak mau kalah dengan anak-anak dari daerah lain. Kali ini, siswa MTs Negeri 8 Kalijambe, Sragen mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Salah satu siswa MTSn tersebut yakni M Miftahul Risqi meraih penghargaan performance award pada kompetisi robotik tingkat internasional di Thailand.

“Alhamdulillah, siswa kami berhasil meraih penghargaan pada kompetisi robotik tingkat internasional,” kata Kepala MTsN 8 Sragen, Muawanatul Badriyah, Selasa 3 Septeber 2019

Kompetisi yang bertitel World Robot Games (WRG) itu merupakan ajang lomba robotika internasional yang diadakan setiap tahun.

Kegiatan yang diselenggarakan di Bangkok Thailand ini diikuti oleh 1220 peserta dari 10 negara antara lain Thailand, Singapura, Philipina, Vietnam, China, Malaysia, Taiwan, Bhutan, Myanmar dan Indonesia.

WRG yang digelar selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29/8/2019-3/9/2019) itu terbuka untuk umum, baik untuk bidang penelitian robotika, pendidikan dan teknologi.

Sedangkan tema yang diusung adalah “Robotic at Home” yang mempromosikan dan mendorong penggunaan teknologi robot dalam rumah.

Dalam lomba tersebut ada beberapa cabang lomba atau kategori lomba yang dipertandingkan diantaranya Sumo Robot, Line Tracing, Search Robot and Rescue MINI, Robot Rugby and Innovative, dan Line Tracing X-Treme.

Pada kompetisi robotik tersebut siswa MTsN 8 Sragen, M Miftahul Risqi yang mewakili Indonesia meraih penghargaan Performance Award untuk kategori Line Tracing Robort Extreme.

Satu hal yang membanggakan karena dikategori Line Tracing Robot Extreme, Miftahul Risqi harus berkompetisi dengan peserta dewasa.

“Ini menunjukkan bahwa siswa madrasah di desa mampu berprestasi pada ajang yang membutuhkan kemampuan teknologi masa depan,” ujar Muawanatul.

Sementara Muawanatul Badriyah menjelaskan line tracing robot extreme adalah lomba line tracing robot yang memiliki jalur lintasan extreme alias sulit dilalui.

Misalnya, tantangan melalui lintasan berbentuk roller coaster. Jika peserta tidak pandai memprogram robotnya maka resiko robotnya akan rusak karena jatuh dari ketinggian dengan kecepatan yang tinggi.

Tetapi semua itu dapat dilalui oleh Miftahul Risqi dengan baik sehingga dia menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Kelihaian itu pula yang mengantarnya menyisihkan peserta yang kebanyakan usianya lebih tua dari dia.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kami. Saya yakin madrasah kami bakal lebih bersinar dan menjadi pilihan utama para orangtua dalam menyekolahkan anaknya,” tandas Kasek yang akrab disapa Bu Ana itu. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT