Jelang Pilkada 2020, Bupati Sragen Mundur dari Gerindra, Ajukan Rehabilitasi ke PDIP
JOGLOSEMARNEWS.COM | 28/08/2019 13:17
Jelang Pilkada 2020, Bupati Sragen Mundur dari Gerindra, Ajukan Rehabilitasi ke PDIP
Bupati Sragen Yuni Sukowati saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM - Menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 sejumlah politikus melakukan manuver. Tak terkecuali calon petahana menggelar berbagai strategi, salah satunya adalah Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Kusdinar Untung Yuni Sukowati akhirnya buka suara soal pengunduran dirinya dari Partai Gerindra. Pada Pilkada 2016 lalu, Yuni melompat ke Gerindra usai dipecat PDIP.

Yuni mengaku keputusannya mundur dari Gerindra karena telah bersalah lantaran berseberangan haluan dengan Gerindra saat Pemilu 2019 lalu. Hal itu terungkap dari pernyataan Yuni kepada wartawan saat ditemui di GOR Diponegoro Sragen, Jumat 23 Agustus 2019.

Yuni yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji, mengatakan dirinya memang telah mengajukan pengunduran diri sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan juga Ketua Dewan Pembina partai pimpinan Prabowo Subianto.

Pengunduran diri itu diajukan usai Pemilu April 2019 lalu. Yuni mengatakan dalam sebuah organisasi ada aturan yang harus ditaati oleh setiap kader, terikat dengan keputusan partai.

Alasannya mundur lantaran pada saat Pilpres 2019 Yuni mengaku mengambil sikap yang berbeda dengan keputusan Partai Gerindra. Saat itu, dirinya mendukung paslon nomor 01 sementara garis instruksi partai Gerindra mendukung paslon 02.

Pihaknya siap dengan keputusan Partai karena telah berseberangan. Keputusannya tersebut tentunya membawa dampak dan konsekuensi.

“Oleh sebab itu sebelum semuanya menjadi masalah yang berkepanjangan, saya mengajukan permohonan pengunduran diri secara resmi Kepada Gerindra sebagai ketua dewan pembina sekaligus kader partai Gerindra,” ujarnya kepada wartawan.

Pengajuan ini disampaikan kepada DPC, DPD termasuk DPP Gerindra sebelum berangkat haji lalu. Langkah ini diambil sebagai bentuk menghormati parpol tersebut.

“Tentu saja saya tidak bisa mengharapkan untuk gerinda mentolerir atau pun memberikan dispensasi atau istilahnya memberikan maaf atau apalah namanya untuk saya,” urainya.

Yuni juga mengaku telah dibesarkan oleh Partai Gerindra maupun PDIP. Bahkan ia mengaku kedua parpol tersebut telah membentuk karakter sebagai seorang pemimpin di Sragen.

Ditanya soal pengajuan rehabilitasi kader PDI-P, Yuni mengaku belum mendapatkan jawaban apapun dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

Pernyataan itu sekaligus menjawab isyarat dari Ketua DPC Gerindra Sragen, Sri Sunaryo yang mengatakan bahwa Yuni bakal memberi kejutan untuk Gerindra sepulang haji.

Meski saat itu dirinya belum tahu apa kejutan itu, firasatnya memang mengatakan jika kejutan itu kemungkinan adalah hengkang dari Gerindra ke PDIP seperti yang banyak diperbincangkan. “Apa kejutan itu, saya juga belum tahu,” tuturnya kepada Joglosemarnews.com belum lama ini. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT