Satpam Perusahaan Tambang Batu Bara di Kaltim Jadi Otak Pencurian Arca
JOGLOSEMARNEWS.COM | 27/08/2019 16:03
Satpam Perusahaan Tambang Batu Bara di Kaltim Jadi Otak Pencurian Arca

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM - Serang satpam di salah satu perusahaan tambang di Kalimantan Timur atau Kaltim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian arca di Sendang Bancolono yang terjadi pada Jumat 23 Agustus 2019.

Penyidik Satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Karanganyar menetapkan AB otak pencurian arca bernilai sejarah tersebut.

Sebelumnya, warga mengamankan 3 orang yang diduga membawa kabur arca yang berada di Dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Tiga orang yang diamankan tersebut, masing-masing, AB 46 tahun warga Magetan yang bekerja sebagai petugas keamanan salah satu perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur.

Lalu SH 47 tahun warga Magetan, petugas keamanan salah satu Bank serta AH 43 tahun seorang buruh juga warga Magetan, Jawa Timur.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasat Reskrim, AKP Dwi Haryadi mengatakan, penetapan satu tersangka ini dilakukan melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Menurut Kasat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, otak aksi pencurian tersebut adalah AB. Sedangkan dua orang lain yang, yakni SH dan AH, serta satu orang anak kecil, hanya diajak oleh AB untuk jalan-jalan.

“Kita menetapkan AB sebagai tersangka dan langsung kita tahan. Sedangkan dua lainnya, yakni SH dan AH, hanya diajak jalan-jalan dan tidak mengetahui jika ternyata AB melakukan aksi pencurian,” kata Kasat Reskrim saat dihubungi wartawan, Senin (26/08/2019).

Aksi pencurian benda bersejarah berupa kepala arca di Sendang Bancolono, yang berada di Tlogodlingo, Rt 04 Rw 07, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, yang terjadi pada hari Jumat (23/08/2019) berhasil digagalkan warga sekitar.

Para pelaku yang terdiri dari 3 orang tersebut, saat ini, diamankan di Mapolres Karanganyar berikut barang bukti berupa kepala patung, sebuah palu besar, slempang, warna hitam bergaris, serta satu unit mobil jenis Honda warna merah Nopol AE 1912 BX. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT