Tukang Ojek Diracun Penumpang, Motor Plus Duit Rp 900 Ribu Dibawa Kabur
FLORESPOST.CO | 03/08/2018 10:10
Tukang Ojek Diracun Penumpang, Motor Plus Duit Rp 900 Ribu Dibawa Kabur
Pelaku curamnor tukang ojek ditangkap

FLORESPOST.co, Borong Nasib sial menimpa Stefanus Lebo (19), seorang tukang ojek di Borong Manggarai Timur. Maksud hati ingin mendapatkan uang saat mengantar penumpang ke Wae Lengga, Kecamatan Kota Komba.

Apa daya, bukan uang yang didapat, malah sang penumpang diduga meracuni dan membawa kabur motor serta mengambil uang Rp 900.000 milik Lebo yang tersimpan di bawah jok motor.

Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas Ipda Daniel Djihu kepada Florespost.co, Kamis (2/8/2018) di Ruteng menjelaskan, kejadian ini bermula ketika pada Kamis (26/7/2018) sekitar pukul 09.00 wita, Lebo (korban) sedang berputar-putar mencari penumpang di seputaran kota Borong.

Sampai di depan Hotel Primadona Borong, korban bertemu dengan pelaku Antonius Efendi alias Anton (39). Korban lalu menawarkan jasa ojek kepada pelaku dan pelaku mengiyakannya dengan meminta korban mengantar pelaku ke Waelengga, dengan alasan hendak mencari ayam kampung untuk dijual kembali di Borong.

Sebelum berangkat ke Wae Lengga, pelaku mengajak korban membeli 2 bungkus nasi ikan di Warung Sabar Menanti Borong, untuk bekal dalam perjalanan.

Usai membeli nasi bungkus, korban dan pelaku berangkat ke Wae Lengga. Di tengah perjalanan tepatnya di Jembatan Pongkeling, Waerana, Kelurahan Rongga Koe, pelaku dan korban berhenti sejenak untuk makan nasi bungkus. Usai makan, perjalanan dilanjutkan ke Waelengga dan sesampainya di Waelengga, pelaku hanya menyuruh korban untuk berputar-putar tanpa tujuan yang jelas.

Baca juga: Proses Otopsi Jasad Bayi di Larantuka, Warga Kecam Tindakan Pelaku Aborsi

Setelah berputar-putar tanpa tujuan yang jelas, jelas Daniel, pelaku meminta korban untuk mengantarnya kembali ke Borong dengan alasan pelaku mengalami sakit perut. Dalam perjalanan pulang ke Borong tepatnya di jembatan Ciok Mai, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, korban menderita sakit perut /mulas dan berasa hendak membuang air besar.

Korban lalu memarkir kendaraannya dan beristirahat di rumah warga yang berada di sekitar jembatan Ciok Mai. Melihat korban sakit perut, pelaku membuatkan segelas air larutan garam dan diberikan kepada korban.

Selanjutnya pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan hendak mencari obat untuk korban. Sepeda motor tersebut kemudian dibawa kabur pelaku.

“Setelah menunggu lama, akhirnya korban kembali ke Borong dengan menggunakan ojek dan langsung ke Puskesmas Borong untuk berobat. Korbanpun sempat diopname selama satu malam karena menderita gangguan perut,” jelas Daniel.

Menurut Daniel, berdasarkan keterangan pemilik rumah, tempat di mana pelaku dan korban beristirahat sementara di lokasi Jembatan Wae Ciok Mai, pada saat pelaku membuat larutan garam untuk korban, pelaku sempat menuangkan sejenis minyak dari dalam botol yang diambil dari tas pelaku. Selain itu, makanan yang dibeli pelaku di Borong diduga telah dicampuri pelaku dengan minyak sehingga korban mengalami sakit perut dan muntah-muntah.

Sementara berdasarkan keterangan korban, di jok motor korban menyimpan dompet yang berisi uang senilai Rp 900.000 dan satu buah HP merk Samsung. Berkali-kali no HP korban dihubungi namun tidak aktif. Korban juga mengaku tidak mengenal pelaku, namun ciri-ciri fisiknya masih diingat korban.

Lebih lanjut Daniel menjelaskan, setelah menerima laporan pada Kamis (26/7/2018), keesokkan harinya atau Jumat (27/7/2018), sekitar pukul 13.00 wita, Unit Jatanras Polres Manggarai berhasil menemukan posisi terakhir dari pelaku yakni di Maumere Kabupaten Sikka.

Baca juga: Diduga Masalah Rumah Tangga, Ludrigus Nekat Gantung Diri

Setelah memastikan posisi pelaku, Unit Jatanras Polres Manggarai kemudian berkoordinasi dengan Unit Jatanras Polres Sikka untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Pada hari Jumat tanggal 27 Juli 2018 sekitar jam 16. 00 wita pelaku berhasil diamankan di Maumere bersama barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Supra X dan 1 buah HP merek Samsung warna putih,” jelas Daniel seraya menambahkan, pada Senin (30/7/2018) pelaku yang diketahui berasal dari Desa Bunti, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, telah diserahkan bersama barang bukti ke Kanit Reskrim Polsek Kota Komba guna penyelidikan lebih lanjut.

FLORESPOST.COM


BERITA TERKAIT