Kebun Contoh Kodim Manggarai Buktikan Semangka dan Melon Bisa Tumbuh di Ruteng
FLORESPOST.CO | 15/08/2019 10:46
Kebun Contoh Kodim Manggarai Buktikan Semangka dan Melon Bisa Tumbuh di Ruteng
Kebun Contoh Kodim 1612 Manggarai, NTT. (Foto:Adi Nembok/Florespost.Co)

FLORESPOST.co, Ruteng – Anggapan yang mengatakan bahwa buah semangka dan melon tidak bisa tumbuh di daerah dengan kelembaban tinggi seperti Ruteng, ibu Kota Kabupaten Manggarai, NTT, akhirnya terbantahkan.

Faktanya, Kamis (8/8/2019) kemarin, Bupati Manggarai Deno Kamelus, Wakil Bupati Victor Madur dan Dandim 1612 Manggarai, Letkol Inf Rudi Markiano Simangunsong dan sejumlah pejabat terkait, melakukan panen perdana buah semangka dan melon di Ruteng, tepatnya di kebun contoh milik Kodim 1612 Manggarai yang terletak di sebelah barat dari Bandara Frans Lega, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong.

BACA: Polsek Reo Amankan Seorang Pria Tanpa Identitas

Dari rasa hingga ukuran, buah semangka dan melon di kebun milik Kodim ini tidak berbeda jauh dengan semangka dan melon yang biasa ditanam di daratan rendah.

Selaingka dan melon, di atas kebun seluas 2,5 hektare tersebut juga ditanami cabe,terong,tomat dan buncis.Kebun contoh ini juga sebagai tempat belajar bagi para petani maupun masyarakat lain tentang cara bercocok tanam.

“Awalnya memang sulit, namun berkat kerja keras sehingga kita bisa nikmati hasilnya,” kata Dandim Rudi M. Simangunsong.

Sementara Bupati Deno mengatakan, akan mencari bibit untuk dataran tinggi, karena dataran rendah menurutnya sudah teruji dan hasilnya baik.

BACA: Jefrin Haryanto : Indonesia Unggul Dimulai Dengan Revolusi Pola Pikir

“Kalau di dataran tinggi bisa jadi, berarti dataran sedang dan rendah juga bisa, karena daerah kita di Manggarai ada yang dataran tinggi, sedang dan rendah,” ungkapnya.

Pemerintah kata Bupati Deno, akan terus mendukung para petani agar terus menanam.

“Dua petak saja, hasilnya hampir tiga ratus buah, kalikan saja kalau harganya tiga puluh ribu, sudah sembilan juta didapat. Petani tidak sulit cari uang,” ujar Bupati Deno.

Menurutnya, untuk menghasilkan sebuah out put produk harus secara integrasi dan bukan secara parsial. Semua dinas terkait harus bekerjasama dan saling mendukung.

“Contoh Dinas Pertanian siapkan bibit, mulsa, pupuk, green house, traktor kecil. Lalu PPL dampingi petani dan fasilitasi pembentukan kelompok-kelompok” katanya.

BACA: Lagi, Rumah Warga di Borong Ludes Terbakar

Dinas Peternakan bantu siapkan sapi dan babi untuk nanti hasilkan pupuk lalu Dinas Perdagangan pasarkan hasil-hasil para petani,” jelas Bupati Deno mencontohkan.

Bupati Deno juga meminta para petani untuk lakukan diversifikasi pertanian, di mana lanjutnya, dinas terkait akan memperbanyak varian yang akan ditanami petani.

Ia menambahkan, sektor pariwisata sudah menjadi prime over. Kontribusi yang dilakukan untuk mendukung pariwisata adalah menyuplai hasil-hasil holtikultura.

“Tomat, buncis, sayur-sayuran dibawa ke hotel-hotel. Kita dukung pariwisata dengan ini, di samping budaya bersih, sikap dan tentunya sisi akomodasi,” tutup Bupati Deno. Penulis : Adi Nembok

FLORESPOST.CO


BERITA TERKAIT