Protes PPN 10 Persen di Manggarai Terus Berlanjut, Ratusan Petani Kopi dan Cengkeh Berunjuk Rasa
FLORESPOST.CO | 09/08/2019 17:50
Protes PPN 10 Persen di Manggarai Terus Berlanjut, Ratusan Petani Kopi dan Cengkeh Berunjuk Rasa
Ratusan petani kopi, cengkeh, kemiri dan komoditi perkebunan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Petani Manggarai Baru (APMB), Rabu (7/8/2019) menggelar aksi unjuk . (Foto/Adi Nembok)

FLORESPOST.co, Ruteng – Ratusan petani kopi, cengkeh, kemiri dan komoditi perkebunan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Petani Manggarai Baru (APMB), Rabu (7/8/2019) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Manggarai dan Kantor Pajak Pratama (KPP) Ruteng.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan APMB ini, merupakan buntut dari polemik antara Asosiasi Pengusaha Hasil Bumi Manggarai (APHBM) dengan KPP Ruteng, terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN)10% yang dibebankan KPP kepada APHBM.

BACA: RAB Pembangunan Jamban Desa Gunung Baru Diduga Copy – Paste

APHBM menilai,PPN 10% tersebut merupakan tindakan kesewenang-wenangan KPP dan sangat merugikan pengusaha. Merasa dirugikan, maka sejak Senin (5/8/2019) hingga kemarin, Rabu (7/8/2019) APHBM sepakat menutup seluruh toko mereka dan tidak lagi membeli hasil komoditi petani. Petani pun dirugikan karena tidak bisa menjual hasil komoditinya.

Disaksikan media ini, dengan menumpang 10 unit kendaraan roda empat, APMB menggelar aksinya di KADIN Manggarai sekitar pukul 09.00 wita. Dalam orasinya APMB menuntut KADIN sebagai wadah pengusaha di Manggarai dan otoritas terkait lainnya untuk turun tangan menyelesaikan polemik antara APHBM dan KPP Ruteng. APMB juga meminta agar PPN 10% tersebut ditinjau kembali sehingga tidak terjadi polemik serupa di kemudian hari dan merugikan petani.

BACA: SMPK St. Stanislaus Borong Raih Juara Pertama Lomba Seni Siswa Nasional

Selain berunjuk rasa di KADIN,APMB juga melakukan aksi serupa di KPP Ruteng. Dalam orasinya, juru bicara APMB Karolus Rudyanto meminta KPP untuk meninjau kembali PPN 10% tersebut atau mencari solusi lain agar para pengusaha pengepul hasil bumi bisa membayar PPN tersebut sehingga aktivitas jual beli dapat berjalan kembali.

FLORESPOST.CO


BERITA TERKAIT