Alirkan Air ke Sawah, Lima Pukulan Kayu Bersarang di Tubuh Stanislaus
FLORESPOST.CO | 12/02/2019 08:40
Alirkan Air ke Sawah, Lima Pukulan Kayu Bersarang di Tubuh Stanislaus
Stanislaus Raji (63), usai memberikan keterangan di Mapolres Manggarai, Jumat (8/2/2019). (Foto/Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Stanislaus Rahi (63), warga Desa Lengko Namut, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, alami luka bengkak di tangan kanan dan punggung.

Tidak hanya tangan dan punggung, tubuh Stanis juga terasa sakit, setelah dipukul sebanyak lima kali menggunakan kayu gamal oleh terduga pelaku Antonius Luhur.

Kasus penganiayaan yang terjadi, Kamis (7/2/2019) sekitar pukul 09.30 Wita, di lokasi persawahan Rempung, Desa Sisir, Kecamatan Elar tersebut, bermula saat korban Stanis mengalirkan air dari selokan ke sawahnya.

BACA JUGA: Menuai Polemik, Masyarakat Adat Lembur Adukan Proyek Listrik SUTT ke DPRD Matim

Melihat perbuatan korban, pelaku langsung marah dan memaki korban. Sebilah parang juga diarahkan ke korban.

Tidak hanya sampai di situ, pelaku yang sudah tidak mampu kendalikan amarahnya, lalu memukul korban menggunakan kayu gamal. Lima kali pukulan benda tumpul ini, menyebabkan tangan kanan dan punggung korban alami luka bengkak.

Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan Stanis ke SPKT Polres Manggarai. Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu, membenarkan kalau polisi sudah menerima laporan korban.

BACA JUGA: Ketua BPD Mokel : Alat Pemotong Pakan Babi Diduga Disimpan Kades Untuk Kepentingan Politik

“Benar kami sudah buat laporan polisinya dengan nomor LP/22/II/2019/NTT/RES.M.RAI/Tgl 07 Pebruari 2019,” kata Daniel,Jumat (8/2/2019) di Mapolres Manggarai.

Saat ini, kata Daniel, polisi masih meminta keterangan korban dan saksi-saksi. “Terduga pelaku juga akan dipanggil sebagai sebagai saksi,” urai Daniel. Adi Nembok

FLORESPOST.CO


BERITA TERKAIT