10 Alat Pemotong Pakan Babi di Manggarai Timur Mangkrak di Rumah Kepala Desa
FLORESPOST.CO | 15/01/2019 16:20
10 Alat Pemotong Pakan Babi di Manggarai Timur Mangkrak di Rumah Kepala Desa

FLORESPOST.co, Borong– Pengadaan sepuluh unit mol, alat untuk penghancur pakan babi di Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai mubazir.

Pasalnya, pengadaan sepuluh unit alat pemotong pakan babi, yang seharusnya diperuntukan ke kelompok ternak yang ada di desa Mokel, namun hingga saat ini belum digunakan oleh masyarakat.

Sebastianus Rambang selaku penyuluh pertanian dan peternakan desa Mokel ketika ditemui Florespost.co di kediamannya Minggu, (13/1/2019) menjelaskan, sepuluh unit alat pemotong makanan babi yang saat ini berada di rumahnya kepala desa Mokel sama sekali belum dialokasikan ke kelompok ternak.

“Mesin pemotong makanan babi tersebut juga sampai saat ini masih tersimpan rapih di rumah pribadinya kepala desa mokel,” ungkapnya.

Dikatakan Sebastianus, pengadaan sepuluh unit alat pemotong makanan babi menurut informasi yang Ia dapat diadakan pada tahun 2017 lalu. Informasi ini juga kata Dia, ia dapat dari kepala desa Mokel.

“Pengadaan alat tersebut sampai saat ini, sama sekali belum dialokasikan ke kelompok ternak yang ada di desa mokel,” katanya.

Sebelumnya, ungkap Sebastianus, dirinya selaku penyuluh pernah dimintai oleh kepala desa Mokel nama-nama kelompok beserta nama pengurus ternak. Ia mengaku nama-nama tersebut sudah ia berikan ke kepala desa.

“Tetapi kejelasan kelompok ternak sampai hari ini belum dibentuk sama sekali sehingga, alokasi sepuluh unit alat pemotong makanan babi belum digunakan,” ungkapnya.

Yang paling anehnya lagi jelas Sebastianus, pengadaan mesin mol pakan ternak yang masih tersimpan di rumahnya kepala desa, tidak melibatkan pihak penyuluh yang ada di desa tersebut.

Sebastianus menginginkan, seharusnya kepala desa Mokel harus melibatkan pihak penyuluh, baik mulai dari tahap perencanan pengadaan alat hingga sampai pada penyaluran barang yang sasarannya kepada masing-masing kelompok ternak di desa Mokel.

“Namun sampai saat ini sama sekali kepala desa tidak melibatkan pihak penyuluh, dan kejelasan kelompok ternaknya sampai hari ini juga belum jelas statusnya. Belum diketahui sama sekali oleh pihak penyuluh desa Mokel,” ungkap Sebastianus.

Jika program ini berjalan dengan baik katanya, kepala desa seharusnya melibatkan pihak-pihak yang berkompeten dan berkecimpung di bidangnya. Salah satunya yaitu kata dia, pengadaan alat pemotong makanan babi yang saat ini masih disimpan di rumahnya Kepala desa.

“Kepala desa mokel harus melakukan koordinasi dengan dinas terkait atau penyuluh di lapangan. Sebab penyuluhlah yang mengetahui semua keadaan dan kebutuhan kelompok ternak di desanya”,ungkap dia.

Sementara itu YK salah seorang warga desa Mokel yang meminta namanya diinisial ketika dimintai keterangannya oleh Florespost.co, mengaku dirinya pernah melihat alat pemotong makanan babi tersebut di rumah kepala desa Mokel.

“Dulu saat dia mencalonkan diri sebagai kepala desa Mokel dalam kampanyenya, jika terpilih Ia (kepala desa-red) maka ia akan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa alat pemtong makanan babi,” kata YK meniru janji kepala desa.

Namun lanjutnya, janji dalam kampanye yang pernah Ia lontarkan kepada masyarakat sama sekali tidak ada hasil, dan Ia melanjutkan alat pemotong makanan babi sampai saat ini juga masih menyimpan rapi di rumah pribadi kepala desa.

“Jujur alat tersebut sudah dua tahun disimpan di rumahnya kepala desa Mokel. Sampai saat ini alat tersebut belum dibagikan kepada kami masyarakat. Kami sebagai masyarakat desa merasa dibohongi dan dibodohi oleh kepala desa Mokel, kami sangat kecewa”, ungkapnya.

Dikatakan YK, keberadaan sepuluh unit alat pemotong makanan babi yang masih tersimpan rapih di rumahnya kepala desa patut dipertanyakan.

“Kira-kira apa alasannya sampai kepala desa Mokel menyimpan alat tersebut sampai dengan saat ini. Kenapa alat tersebut belum diserahkan kepada masyarakat,” tanya Dia.

Padahal, lanjutnya pengadaan alat pemotong makanan babi tersebut menggunakan uang negara.

“Jadi kami sebagai masyarakat sangat tidak mengerti mengapa sampai saat ini alat tersebut belum dibagikan kepada masyarakat desa Mokel. Atau jangan-jangan alat tersebut dia simpan ada kaitannya dengan pemilihan kepala desa di tahun 2019 ini, harus dipertanyakan,” tegas YK.

Dirinya meminta kepada pihak yang berwajib dalam hal ini pihak Tipikor agar segera melihat dan mengaudit alat tersebut.

“Alat tersebutkan salah satu bagian dari aset desa, tetapi kenapa alat tersebut sama sekali belum digunakan oleh masyarakat. Kalau alat ini masih terus disimpan oleh kepala desa Mokel, maka ini sudah sangat merugikan negara,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Florespost.co, sudah mencoba menghubungi kepala desa Mokel melalui sambungan telepon miliknya untuk dimintai keterangan. Namun berkali-kali dihubungi kepala desa Mokel tidak merespon telepon dari Florespost.co.

FLORESPOST.CO


BERITA TERKAIT