SD Negeri di Manggarai Timur Ini Hanya Dibangun dari Pelupuh Bambu, Kondisinya Memprihatinkan
FLORESPOST.CO | 22/11/2018 12:20
SD Negeri di Manggarai Timur Ini Hanya Dibangun dari Pelupuh Bambu, Kondisinya Memprihatinkan
Kondisi tiga ruangan darurat SDN Watu Deru (Foto: Mulia Donan/Florespost.co)

FLORESPOST.co, BorongKurang lebih sudah sebelas tahun lamanya kondisi tiga ruangan SDN Watu Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat memprihatinkan.

Pasalnya, sejak awal berdirinya sekolah SDN tersebut pada tahun 2008 hingga sampai saat ini kondisi tiga ruangan darurat di sekolah tersebut belum disentuh dan diperhatikan oleh Pemda Manggarai Timur.

Dalam pantauan media Florespost.co, kondisi fisik dari tiga ruangan darurat tersebut sudah mulai miring, dinding sekolah yang terbuat dari pelupuh bambu nampaknya sudah mulai rusak termakan usia.

BACA JUGA: Polisi Amankan Sembilan Pelajar Dari Sebuah Kos Di Ruteng

Kepala sekolah SDN Watu Deru David Jamin ketika dihubungi Florespost.co Senin, (19/11/2018) menuturkan, tiga ruangan belajar darurat di SDN Watu Deru adalah swadaya orang tua murid dan semuanya terbuat dari bambu.

Kapasitas ruangan, kata Jamin, sangat sempit dan sangat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ukuran dari masing-masing tiga ruangan darurat tersebut lebarnya 6 meter dan panjangnya 9 meter.

“Sejak awal berdirinya sekolah tersebut hingga saat ini tiga ruangan darurat di SDN Watu Deru belum disentuh oleh bantuan Pemda (Manggarai Timur-red)”, jelas Jamin.

Kata dia, selama ini dirinya pernah mengajukan proposal bantuan ke Dinas P dan K namun sampai saat ini proposal tersebut belum dijawab oleh pihak Dinas P dan K.

Sekolah SDN Watu Deru, lanjut Jamin, hanya mendapatkan fasilitas ruangan perpustakaan dan tiga ruangan kelas. Tiga ruangan kelas tersebut memang dalam kondisi permanen tetapi di luarnya tidak diplester hanya bagian dalam ruangan. Plafon dan daun jendela sampai saat ini sama sekali belum dipasang di tiga ruangan. Proyek pembangunan itu menggunakan dana DAK tahun anggaran 2012.

Sementara itu Jamin menuturkan, jumlah murid yang berada di SDN Watu Deru pada tahun 2018 berjumlah 118 orang dengan jumlah ruangan belajar sebanyak 6 ruangan belajar. Sedangkan jumlah guru di SDN Watu Deru sebanyak 11 orang dengan perincian PNS berjumlah 5 orang, THL 2 Orang, dan Bosda 2 orang.

“Beberapa minggu yang lalu saya ke dinas P dan K untuk menyampaikan tentang kondisi tiga ruangan darurat tersebut. Namun dinas menjawab kami bisa memberikan bantuan kecuali pihak sekolah bisa melakukan penggusuran tanahnya karena kondisi medan yang ada di SDN Watu Deru menurut penjelasan dinas cukup miring”, jelasnya.

Menurut Jamin, sebenarnya bukan hanya kondisi gedung sekolah yang mengalami darurat tetapi ada kekurangan lain seperti toilet sekolah. Toilet sekolah yang  digunakan saat ini hanya toilet darurat yang terbuat dari bambu dan atap seadanya.

Terkait keluhan itu, lanjut Jamin, dirinya pernah mengajukan persoalan ini ke Kepala Desa Mokel namun sampai detik ini tidak pernah ada jawaban padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan kepala desa.

BACA JUGA: 

Kepala desa, lanjut dia, pernah menjanjikan kepada kami untuk memberikan bantuan berupa semen sebanyak 10 sak tetapi sampai hari ini kepala desa tidak pernah merealisasikannya.

Sementara itu, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Manggarai Timur Frederika  Soch kepada media ini menuturkan, tiga ruangan darurat SDN Watu Deru belum bisa diperbaiki.

“Kami masih menunggu tahun anggaran dan kami belum tahu pasti berapa kami punya anggaran yang masuk. Kami belum buat RPJMD dari bupati terpilih. Tunggu ada RPJMD dari bupati terpilih dulu baru kami bisa targetkan berapa anggaran yang harus kami salurkan ke sekolah tersebut untuk direnovasi”, ungkapnya. Penulis:Mulia Donan

FLORESPOST.CO


BERITA TERKAIT