OTT Pertama di Pilkada 2018, Bawaslu Papua Tangkap Calon Bupati Mimika
JUBI.CO.ID | 09/07/2018 09:00
OTT Pertama di Pilkada 2018, Bawaslu Papua Tangkap Calon Bupati Mimika
Ilustrasi Bawaslu. dok.TEMPO

Timika, Jubi - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Papua dibantu Polres Mimika yang melakukan operasi tangkap tangan/OTT salah satu calon bupati Mimika.

OTT terhadap calon bupati Timika bersama anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Mimika Baru terjadi di salah satu rumah di Kelurahan Karang Senang, Kuala Kencana, Timika, Sabtu (7/7/2018) malam.

"Kami sudah melaporkan hal itu ke pimpinan. Pimpinan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bawaslu Papua bersama jajaran Polres Mimika sebagai langkah bagus untuk penegakkan demokrasi di Mimika," kata Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, di Timika, Minggu (8/7/2018).

Dalam OTT itu, Bawaslu Papua bersama Polres Mimika menemukan calon bupati Mimika, HM, sedang menggelar pertemuan tertutup dengan anggota PPD Mimika Baru, JM, bertempat di rumah salah satu pejabat Pemkab Mimika di kawasan Karang Senang SP3 Timika.

Baca juga: 20 Kabupaten/Kota telah direkap KPU Provinsi Papua, Lukmen sementara unggul 70 persen

Kapolres AKBP Agung Marlianto mengatakan keterlibatan Polres Mimika dalam OTT tersebut hanya sekedar mendampingi personel Bawaslu Papua.

"Kami hanya melakukan pendampingan kepada komisiner Bawaslu Papua dengan target melakukan OTT terhadap anggota PPD Mimika Baru. Kami sangat kaget karena di situ ada juga salah satu paslon (HM). Saat itu juga kami mengajak yang bersangkutan bersama anggota PPD Mimika Baru untuk dimintai keterangan di Polres Mimika," jelas AKBP Agung.

Ia menambahkan OTT terhadap perangkat penyelenggara Pemilu di Mimika termasuk paslon bupati menjadi pembelajaran terhadap semua pihak agar bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban.

"Jadi, tidak boleh main-main. Begitu anda memanipulasi perolehan suara maka pasti berpotensi memicu konflik sebab melibatkan massa. Kasus ini merupakan OTT pertama yang melibatkan PPD sekaligus paslon selama penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 di 174 provinsi dan kabupaten- kota di Indonesia," jelas AKBP Agung, mantan Kapolres Jombang, Jawa Timur itu.

Setelah menjalani pemeriksaan marathon di Satuan Reskrim Polres Mimika sejak Sabtu (7/7) malam pukul 22.00 WIT hingga Minggu pagi pukul 04.00 WIT, HM diizinkan pulang ke rumahnya.

Saat mengetahui HM diamankan jajaran Polres Mimika, sejumlah tokoh masyarakat bersama anggota DPRD Mimika bersama calon wakil bupati Mimika AM menemui Kapolres Mimika untuk meminta penjelasan.

Polres Mimika minta paslon tersebut bersama massa pendukungnya tidak melakukan tindakan anarkis atau perbuatan melanggar hukum lainnya.

"Kami akan mengambil tindakan tegas dan terukur kepada siapa pun yang melakukan tindakan anarkis dan berusaha memprovokasi massa," ancam Kapolres Mimika.

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT