H-1 Pilgub Papua, Warga Jayapura Belum Terima Undangan ke TPS
JUBI.CO.ID | 26/06/2018 14:00
H-1 Pilgub Papua, Warga Jayapura Belum Terima Undangan ke TPS
Petugas KPU Papua saat mendrop kotak suara di kantor Kelurahan Entrop, Jayapura Selatan, Papua, pada Selasa (26/6/2018). - Sindung/Jubi

Jayapura, Jubi – Kurang dari 24 jam menjelang hari pencoblosan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, masih saja ada masyarakat yang belum menerima form C6 atau undangan memilih dari pengurus RT/RW atau panitia pemungutan suara (PPS). Di antaranya tersebar di kota dan kabupaten Jayapura.

Berikut penuturan beberapa warga saat ditemui Jubi di beberapa tempat terpisah, Selasa (26/6/2018) siang.

Sindung Sukoco, warga RT 04 RW 05, Kelurahan Entrop, Jayapura Selatan mengatakan bukan hanya dirinya. Ia bersama puluhan warga di kompleksnya belum didatangai petugas atau orang kelurahan yang membagikan surat undangan hingga siang ini.

“Hingga saat ini saya memang belum menerima C6, sama dengan pilkada atau pemilu legislatif ataupun pilpres, hal yang sama satu kompleks juga belum terima C6 ini, bahkan pendataan pemilih yang harusnya cek ke rumah kami juga nggak ada,” kata Sindung di Entrop.

Sindung berencana akan mencari apakah namanya sudah terdaftar pada papan nama pemilih tetap di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) sekitar lokasi rumahnya. “Kalau nanti pun tidak ada yang datang, saya akan coba cari nama di TPS sekitar saja,” ujarnya.

Warga lainnya adalah Yarmin Weya yang berdomisili di RT 02 RW XI Kampung Toladan, Kabupaten Jayapura. Ia mengatakan, terdapat delapan orang yang memiliki hak pilih yang tinggal di rumahnya namun mereka pun belum mendapat form C-6.

“Kami ini ada delapan orang yang harusnya memilih, kami juga punya KTP elektronik, tapi kami semua belum terima surat undangan itu,” kata Weya.

Weya yang merupakan sekretaris RT 02 RW XI di Kampung Toladan itu pun mengaku sebagian besar warganya belum memiliki KTP-el meski sudah sering diingatkan. Menurutnya, sudah jauh-jauh hari ia mengingatkan warganya untuk membuat KTP-el, namun hanya sedikit yang terealisasi.

"Yang punya KTP elektronik itu belum jelas dalam arti masih sedikit dan bisa dihitung. Jadi saat ini tidak tahu akan berlangsung atau tidak karena RT sendiri belum ke rumah-rumah atau mengumpulkan kami sebagai masyarakatnya," ujarnya.

Melihat hanya sedikit warganya yang mengantongi identitas tersebut, ia beranggapan akan ada banyak warga yang tidak dapat menyalurkan hak suara dalam memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada esok.

Harjuna Y Pademme, warga RT07/RW06, Kelurahan Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, juga terancam kehilangan hak untuk memilih. Ia mengatakan, hingga kini dirinya belum mendapat form C6 atau undangan memilih dari pengurus RT/RW atau panitia pemungutan suara (PPS) setempat.

"Saya belum dapat. Tapi saya tidak tahu apakah warga lain sudah dapat atau belum," katanya. 

Ia menduga, undangan memilih belum didapatnya lantaran statusnya masih terdaftar sebagai warga Waena Kampung, Distrik Heram, Kota Jayapura.

Katanya, sejak pindah ke Doyo Baru awal September 2017 lalu, hingga kini ia belum sempat mengubah data kependudukannya (pindah penduduk) dari Kota Jayapura ke Kabupaten Jayapura.

"Beberapa waktu lalu, pengurus RT menyampaikan harus melapor di RT/RW, kelurahan dan distrik tempat domisili sebelumnya agar data kependudukan saya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura dicabut, kemudian mengubah kartu keluarga (KK) sebagai penduduk Kabupaten Jayapura," ucapnya. 

Namun lanjut dia, pengurus RT di tempat tinggalnya kini tahu jika ia sudah menjadi warga Doyo Baru. 

Menurut Harjuna, mestinya ada penjelasan dari pengurus RT atau PPS setempat bagaimana ia harus menyalurkan hak pilihnya. Apakah datang ke TPS di tempat ia berdomisili sebelumnya (Waena Kampung) atau ada cara lain agar dapat diakomodir sebagai pemilih di Doyo Baru.

"Kan saya sudah pakai KTP-el. Bukan kah itu salah satu syarat menjadi pemilih. Mungkin nama saya masih terdaftar sebagai pemilih di Waena Kampung, tapi saya belum cek," ujarnya.

Keadaan yang sama juga bakal menimpah belasan warga penghuni asrama GIDI-Yahukimo di Perumnas 2, Waena. Yeyus Wale, ketua asrama, yang berada di RT 04 RW 02 Kelurahan Yabansai, Kecamatan Heram, menuturkan pihaknya pun belum menerima surat udangan tersebut. Padahal, pada pemilihan Walikota Jayapura, 2017, mereka mendapat surat undangan pemilih.

“Sampai siang ini tidak ada surat atau petugas PPS yang datang bawa surat atau berikan informasi untuk pemilihan besok, jadi ya kami tunggu saja. Padahal, waktu pemilihan walikota Jayapua tahun lalu, kami dapat undangannya, tiga hari sebelum pemilihan,” kata Yeyus saat ditemui Jubi di asramanya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Yabansai, Louis Hendrik Mebri mengatakan pihaknya telah mendistribusikan surat C-6 kepada seluruh warganya.

“Surat C6 sudah dibagikan ke masing-masing RT untuk di bagikan ke masyarakat,” ucap Lurah Louis saat ditemui Jubi di kantornya.

Kelurahan Yabansai memiliki 22.373 pemilih dan 39 TPS.  (Sindung, Yance, Arjuna, David)

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT