Belum Ada Jaminan Kemanan, Maskapai Hentikan Distribusi Logistik Pilgub Papua
JUBI.CO.ID | 25/06/2018 17:20
Belum Ada Jaminan Kemanan, Maskapai Hentikan Distribusi Logistik Pilgub Papua
Pesawat Twin Otter milik maskapai Trigana Air yang ditembak, sedang parkir di lapangan terbang Keneyam, Nduga-Jubi/Ist

Wamena, Jubi – Pasca kejadian penembakan terhadap pesawat Twin Otter milik maskapai Trigana Air yang membawa personil keamanan ke Keneyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Senin (25/6/2018) pagi, sisa pengiriman logistik ke kabupaten tersebut terancam tidak bisa dilakukan.

Pasalnya, operator penerbangan yang menyewakan armadanya untuk membantu mobilisasi personil keamanan dan logistik, meminta kepastian keamanan terlebih dahulu.

Pelaksana Harian Kepala UPBU Kelas I Wamena, Freddy Halattu mengatakan setelah mendapat informasi adanya penembakan, PT. Semuwa Dirgantara selaku perusahaan yang menyewakan pesawat berbadan kecil, terpaksa menghentikan penerbangan untuk mengirim logistik.

“Kami minta informasi dari teman-teman Semuwa Dirgantara, untuk sementara mereka tidak terbang dalam rangka untuk membawa logistik ke beberapa titik, jika jaminan keamanan belum didapat,” kata Fredy Halattu kepada wartawan di Bandara Wamena, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, ada beberapa titik pendistribusian logistik pilgub menggunakan pesawat, namun pihak bandara belum menerima kepastian jumlah titik seluruhnya.

Baca juga: Ketua KPU Jayapura: Tak punya e-KTP, bisa gunakan suket

Pasca penembakan itu, bupati Nduga, pihak kepolisian dan TNI sempat mengeluarkan surat jaminan keamanan bagi penerbangan, tetapi jaminan itu tidak terwujud karena terjadi lagi penembakan.

"Karena ada jaminan itu (setelah penembakan pada Jumat lalu) makanya Trigana Air terbang, tetapi pada hari ini terkena tembakan lagi," katanya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengaku bahwa hingga kini sudah ada sekitar 150 personil keamanan yang di tempatkan di Keneyam, Nduga baik BKO Brimob maupun Polsubsektor Keneyam.

Padahal, kata Reba, personil yang telah dikerahkan itu juga telah diperintahkan untuk mengamankan area lapangan terbang Keneyam, namun hal itu belum cukup mengamankan.

“Memang kami masih kekurangan personil keamanan di Keneyam, Nduga, terutama untuk mensterilkan lapangan terbang. Sehingga kami pun minta adanya penebalan keamanan,” kata Yan Reba. (*)

TABLOIDJUBI.COM


BERITA TERKAIT