Ditegur Mengenakan Koteka ke Kampus, Mahasiswa: Apa Bedanya dengan Batik
JUBI.CO.ID | 04/06/2018 05:30
Ditegur Mengenakan Koteka ke Kampus, Mahasiswa: Apa Bedanya dengan Batik
Mahasiswa berbusana koteka Divio Tekege di ruang kuliahnya (Jubi/Ist)

Jayapura, TabloidJubi.Com - Sejumlah mahsiswa di Jayapura mulai memakai pakaian adat koteka, sejak dipelopori Devio Tekege, seorang mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura, yang berani mengenakan pakaian ke kampus sejak pekan lalu.

Tercatat selain di Uncen, mengenakan koteka juga dilakukan Albertus, di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Merasa percaya diri, Albertus merespon teguran dosen saat melihat dia berkoteka.

Terkait: Lestarikan budaya, Devio Basten gunakan koteka saat kuliah

“Kalau saya pakai busana adat trus kalau teman-teman pake pakaian batik itu apa bedanya?” ujar Albertus saat merespon teguran dosen.

Lainnya: 
Jelang Idul Fitri, APMS Yahukimo jamin stok premium aman

Setelah 12 tahun, warga Distrik Suru – Suru dan Obio akhirnya terima Rastra

Amankan Pilkada, Trigana angkut aparat ke daerah terisolir

Menurut dia koteka sama saja dengan pakaian adat lain, termasuk batik yang banyak dikenal di masyarakat luar Papua.

Mengenakan koteka di kampus juga dilakukan dua mahasiswa di Sekolah Tinggi Hukum Umel Mandiri, Hoseri Edowai dan  Idewereknak Arabo. Mereka melakukan  aksi kenakan koteka ke kampus karena terinspirasi Devio Tekege yang cinta budaya Papua.

Tak hanya koteka, mereka juga menggunakan noken untuk menyimpan buku dan masuk ruang kuliah seperti biasa.

Koteka adalah jenis pakaian tradisional dari pedalaman Papua. Pakaian ini terbuat dari labu untuk menutup kemaluan pria. Area penis yang ditutup dan bagian lain polos. 

Pelopor pengguna koteka di kampus, Devio Tekege, mengaku merasakan situasi yang berbeda di ruang kuliah, namun rasa percaya diri mulai muncul saat ia menggunakan koteka.

 "Saya mengikuti pelajaran dengan tenang," kata Tekege.

Bahkan rekan-rekannya yang mengikuti jejaknya merasakan situasi yang sama. Lebih percaya diri sebagai anak Papua. (*)


BERITA TERKAIT