Listrik dan Air Asrama Mahasiswa Papua di Yogya Diputus, Penghuni Menumpang Mandi di Minimarket
JUBI.CO.ID | 09/11/2021 15:20
Listrik dan Air Asrama Mahasiswa Papua di Yogya Diputus, Penghuni Menumpang Mandi di Minimarket
ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

Timika, Jubi – Mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, yang sedang mengenyam pendidikan di kota studi Yogyakarta mengeluhkan pemutusan aliran listrik dan air di asrama, karena tagihan menunggak setahun lebih.

Ketua asrama Tambrauw di Yogyakarta, Maximus Sedik, meminta Pemerintah Kabupatan Tambrauw harus segera membayar tagihan listrik dan air tersebut.

“Sejak awal mula Covid-19, proses pembayaran listrik dan air tidak dibayar oleh pemerintah. Sehingga kami mahasiswa-mahasiswi Tambrauw yang sedang berstudi dan tinggal di asrama Tambrauw Yogyakarta, mengalami masalah dengan membengkaknya tagihan-tagihan dan mengakibatkan pemutusan meteran listrik dan air,” kata Maximus Sedik kepada Jubi melalui telepon selulernya, Minggu (7/11/2021).

Ia mengaku, penghuni asrama memilih untuk menumpang mandi di minimarket. “Padahal keduanya ini [listrik dan air] adalah kebutuhan dasar hidup mahasiswa yang tinggal di asrama Tambrauw Yogyakarta. Jadi karena tidak ada lampu, kami tidak bisa belajar, dan tidak bisa mandi serta memasak,” kata dia.

Asrama Tambrauw di Yogyakarta bestatus sebagai aset pemerintah dengan nomor kode aset 01-03-01-01-11-10-005-0001. Dengan ini, Pemkab Tambrauw berkewajiban untuk membayar seluruh beban dari aset tersebut seperti listrik, air, serta pajak bumi dan bangunan.

“Karena aset ini berstatus hukum sebagai milik Pemerintah Kabupaten Tambrauw. Pemerintah jangan banyak beralasan bahwa tidak ada anggaran. Kalau tidak ada anggaran, pemerintah harus transparan soal anggaran supaya publik dan kami mahasiswa bisa tahu,” katanya.

Tunggakan tersebut, kata dia, di antaranya untuk pembayaran air Rp 75 juta, listrik Rp 15 juta, dan pajak bumi bangunan Rp 6 juta. “Jadi totalnya Rp 96 juta,” ujarnya.


Penghuni asrama, Romario John Sowe mengatakan, akibat dari tidak adanya aliran listrik dan air, pihaknya setiap hari menumpang mandi di minimarket yang bersebelahan dengan asrama tersebut. “Sekarang sudah satu minggu [listrik dan air diputus], dan selama dua hari ini kami menumpang mandi di Indomaret. Cucian juga sama,” katanya.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT