UKM di Kawasan Stadion Lukas Enembe Untung Hingga Rp 1 Juta per Hari
JUBI.CO.ID | 08/10/2021 16:43
UKM di Kawasan Stadion Lukas Enembe Untung Hingga Rp 1 Juta per Hari

Sentani, Jubi – Dampak penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Kabupaten Jayapura, secara khusus di kawasan Stadion Utama Lukas Enembe, mulai dirasakan para pengusaha Usaha Kecil Mikro (UKM). Tenda-tenda UKM di kawasan tersebut kebanjiran pembeli sejak pembukaan PON XX pada 2 Oktober lalu.

Tenda UKM milik Eunike Ohee yang menjual tas dan topi bulu kasuari serta lukisan dari kulit kayu, menjadi sasaran para pembeli.

“Mulai menempati tenda UKM ini sejak 1 Oktober, dan barang-barang dagangan ini sebagian besar langsung dibeli. Satu juta rupiah bersih kami dapat pada hari pertama berjualan di tenda ini, tanggal 2 kami dapat pemasukan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah dan yang paling banyak pada tanggal 4, pemasukan kami mencapai lima juta rupiah pada hari itu,” ujar Eunike saat ditemui di tenda UKM-nya di kawasan Stadion Lukas Enembe, Kamis (7/10/2021).

Ohee menjelaskan, harga barang dagangan yang dijual rata-rata Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, dan banyak pembeli yang datang tanpa tawar menawar. “Paling banyak yang diminati adalah tas tangan dan topi bulu kasuari. Karena bahan bakunya dari kulit kayu yang sudah ada ukiran asli dari Sentani. Stok yang kami siapkan masing-masing jenis seperti topi, tas, dan ukiran kulit kayu ada dua ratus buah,” ungkap Eunike.

Ibu empat anak ini mengaku, hasil jualannya akan digunakan kembali sebagai modal usaha, dan untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

“Kalau dijual ke outlet penyedia bahan-bahan lokal tradisional seperti ini lebih murah, dan sama sekali tidak menguntungkan kami sebagai penyedia, lebih baik berjualan sendiri dan mendapatkan hasil yang diharapkan untuk kepentingan keluarga,” katanya.

Sementara itu, salah satu atlet sofbol dari Provinsi Jawa Barat, Amartya, yang membeli tas dan topi bulu kasuari dari bahan kulit kayu, mengaku senang karena bisa membeli barang-barang sebagai kenang-kenangan dari Papua.

“Senang bisa sampai di Papua dan di Kabupaten Jayapura. Tas dan topi dengan bahan kulit kayu seperti ini jarang ada di pasaran. Apalagi di tempat saya, soal harga tidak ada masalah, sudah sesuai dengan pengorbanan mama yang membuat bahan ini menjadi bahan produksi yang memiliki nilai jual. Salut dengan usaha dan kreativitas masyarakat di Sentani. Hampir semua tenda yang berjualan di sini, bahan dasarnya dari kulit kayu,” katanya.

 jubi.co.id


BERITA TERKAIT