Pelaku UMKM Keluhkan Sepi Pembeli di Venue PON Papua
JUBI.CO.ID | 01/10/2021 16:17
Pelaku UMKM Keluhkan Sepi Pembeli di Venue PON Papua
Warga melakukan tarian kolosal dalam Pembukaan Festival Danau Sentani ke-9 di Kampung Wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua, 20 Juni 2016. Festival wisata berbasis kebudayaan tersebut diikuti warga dari 24 kampung di sekitar Danau Sentani. ANTARA/Rosa Panggabean

Jayapura, Jubi – Pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM yang berjualan di venue tenis Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di lapangan tenis Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura mengeluhkan sepi pembeli hingga hari kelima pertandingan digelar.

“Sepi Om, kecuali pas hari pertama rame [penonton] tapi yang beli sedikit. Tapi sekarang malah tidak ada laku sampai pertandingan selesai,” ujar pemilik UMKM Miktam, Sarce Rumbiak, Jumat (1/10/2021).

“Saya jualan noken, anting pinang, gantungan kunci, mahkota ikat kepala, koteka, dan patung. Harga mulai dari Rp10 ribu sampai Rp200 ribu,” ujar Rumbiak.

Menurut Rumbiak, hadirnya stand UMKM di venue PON XX Papua untuk mengenalkan aksesoris khas Papua sehingga dikenal masyarakat dari luar daerah. “Kalau bisa ditempatkan di cabang olahraga yang banyak diminati, seperti sepakbola dan voli. Ini (tenis) kurang rame karena peminatnya kurang,” ujar Rumbiak.

Pelaku UMKM lainnya, Wamei, mengatakan hari pertama jualan ia bisa menjual hingga tiga mahkota ikat kepala. Namun hari kedua hingga hari kelima, belum ada satupun yang terjual. “Ikat kepala saya jual Rp300 ribu. Bahannya dari kulit kayu dan bulu burung karuasi ditambah hiasan kerang laut. Satu hari bisa bikin dua,” ujar Wamei.

Wamei berharap dagangannya laku sehingga bisa menambah semangatnya untuk membuat mahkota ikan kepala lebih banyak lagi.

“Saya bersyukur berkesempatan jualan di venue PON ini, sekaligus memperkenalkan aksesoris khas Papua. Saya berharap selalu hadir dalam setiap pameran-pameran UMKM untuk bisa jualan,” ujar Wamei.

 jubi.co.id


BERITA TERKAIT