Merasa Tak Aman, Perawat di Beoga Pilih Layani Pasien di Rumah
JUBI.CO.ID | 24/04/2021 18:44
Merasa Tak Aman, Perawat di Beoga Pilih Layani Pasien di Rumah

Nabire, Jubi – Pasca aksi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menembak dua orang guru serta membakar rumah dan sekolah di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Puskesmas di Beoga masih tutup. Puskesmas Beoga juga tidak lagi memiliki dokter, karena dokter yang bertugas di sana pergi mengungsi ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua.

Perawat Puskesmas Beoga, Orinus Kora mengatakan belum berani membuka pelayanan kesehatan di puskesmas itu. “Saya melayani pengobatan bagi warga Beoga yang sakit di rumahnya. Saya melayani masyarakat yang sakit di rumah. Saya tidak melayani [pengobatan] di rumah sakit, dengan alasan kemanan,” kata Orinus Kora saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Jumat (23/4/2021).

Kora menuturkan saat situasi Beoga tegang karena aksi TPNPB di sana, ada sejumlah warga yang jatuh sakit dan membutuhkan pasokan obat. “Kebanyakan penyakit yang diderita oleh masyarakat di Beoga adalah diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Atas [atau ISPA]. Saya layani mereka di rumah, dengan stok obat yang ada,” katanya.

Kora pasca rangkaian kekerasan yang dilakukan TPNPB di Beoga, satu-satunya dokter yang bertugas di Puskesmas Beoga memilih pergi Timika, ibu kota Kabupaten Mimika. Dokter itu dievakuasi ke Timika bersama para guru yang bukan orang asli Papua.

“Kami membutuhkan tenaga kesehatan. Untuk sementara ini tidak ada dokter. Saya sendiri perawat. Saya harap besok atau lusa dokter dapat kembali ke Beoga untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada warga. Atau apabila pemerintah ingin mengirim dokter silahkan saja, sebab daerah sudah aman,” katanya.

Sumber Jubi yang enggan disebutkan namanya menyatakan pada Kamis (22/4/2021) Bupati Puncak, Willem Wandik telah mengunjungi Beoga. Dalam kunjungan itu, Wandik menyerahkan bantuan 1 ton beras. “Bupati juga langsung meletakkan batu pertama pembangunan sekolah secara simbolis di SD Inpres Dambet,” katanya.

Di Beoga, Willem Wandik juga sempat berdialog dengan para warga. Ia mengajak warga yang mengungsi di pinggiran kampung untuk kembali ke kota.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT