Dua Kelompok yang Bentrok di Manokwari Akhirnya Sepakat Berdamai
JUBI.CO.ID | 20/04/2021 22:28
Dua Kelompok yang Bentrok di Manokwari Akhirnya Sepakat Berdamai
Warga membersihkan sisa ban yang dibakar seusai aksi di jalan Essau Sesa Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Suasana Manokwari mulai kondusif pascaaksi kerusuhan akibat kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. ANTARA

Manokwari, Jubi – Dua kelompok warga di kelurahan Amban Manokwari Barat berdamai, dan mendukung Polri untuk memproses hukum oknum pelaku kriminal sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Polisi juga menginformasikan situasi kamtibmas wilayah itu kondusif pascabentrok dua kelompok.

Kepala kepolisian sektor (Kapolsek) Amban IPTU Juman Simanjuntak, di Manokwari Senin (19/4/2021) malam, menyatakan Polisi telah memediasi pertemuan antara dua kelompok itu secara damai.

“Situasi Manokwari kondusif, kami sudah mediasi pertemuan dua pihak dengan damai,” kata Kapolsek.

Dia mengatakan hasil mediasi Polisi, dua kelompok itu sepakat menjaga Kamtibmas dan menyerahkan dua terduga pelaku untuk menjalani proses hukum sesuai perbuatan masing-masing.

Kapolsek mengatakan para pihak yang semula bertikai ini telah membuat pernyataan bersama, bahwa perbuatan dua terduga pelaku adalah perbuatan individu, bukan mengatasnamakan suku, ras dan agama tertentu.

“Dihadapan kami (Polisi), para pihak yang bertikai telah membuat pernyataan bersama bahwa perbuatan dua terduga pelaku merupakan perbuatan individu, bukan golongan tertentu,” kata Juman.

Pada kesempatan itu Kapolsek juga menyatakan imbauan pimpinan Polisi di Papua Barat kepada warga Manokwari agar bijak dalam menggunakan media sosial.

Itu dikatakan Kapolsek sebagai peringatan keras kepada oknum pengguna media sosial yang telah menyebutkan golongan tertentu dalam bentrok dua kelompok di Manokwari.

“Kami juga mengimbau warga Manokwari bijak dalam menggunakan media sosial, dan tidak mudah terprovokasi berbagai kabar bohong (Hoax) yang menyebut suku, agama dan ras dalam bentrok dua kelompok itu,” tutur Juman.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, mengatakan motif bentrok dua kelompok warga hingga memakan korban jiwa itu karena kesalahpahaman.

Bentrok itupun berdampak pada aski blokade jalan dan pembakaran satu kendaraan roda dua.

“Hanya karena salah paham, situasi makin memanas karena salah satu pihak dalam kondisi dikuasai minuman alkohol,” kata Kabid Humas.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT