Banjir Paniai Hanyutkan Pohon dan Kayu dari Gunung, Hancurkan 73 Rumah
JUBI.CO.ID | 22/01/2021 14:00
Banjir Paniai Hanyutkan Pohon dan Kayu dari Gunung, Hancurkan 73 Rumah
Bupati Paniai, Meki Nawipa (angkat tangan), saat turun ke lokasi banjir bandang di Kampung Uwibutu, Paniai - Jubi/Abeth You

Enarotali, Jubi – Pasca banjir bandang di Kampung Uwibutu, Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua yang mengancurkan 73 rumah warga, kediaman bupati, dan menerjang kebun warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai mulai normalisasi Kali Tuniyai yang menjadi malapetaka bagi warga Uwibutu pada Selasa (19/1/2021) sore hari.

“Kami tidak mau lama-lama kerja. Mulai hari ini langsung normalisasi kali kecil ini. Itu supaya airnya bisa mengalir dengan jelas. Semua pohon, batu, dan segalanya yang dibawa dari gunung ini kami mau timbun,” kata Bupati Paniai, Meki Nawipa, bersama rombongan ketika meninjau lokasi banjir di belakang kediamannya dan TK-SD Yapis Madi, Kamis (21/1/2021).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat setempat yang secara menyerahkan tanah berukuran 8×3 meter untuk menimbun semua barang yang terbawa arus banjir.

Nawipa menyatakan normalisasi ini sangat penting mengingat tingkat okupansi warga di bantaran kali cukup marak. Hal ini mengakibatkan terjadinya limpasan air, longsor, dan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

“Masyarakat luar biasa, termasuk kepala suku dan kepala kampung dari Uwibutu karena mereka dengan gratis berikan tanah untuk timbun tanah, pasir, batu, dan potongan kayu. Mereka juga mau agar musibah ini berlalu dengan cepat,” ucapnya.

Menurut dia, jika kali mulai dinormalisasi maka masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua ini tidak boleh lagi menebang kayu dan buang sampah sembarangan, dan akan dilakukan reboisasi hutan dan lahan secara sukarela antara pemerintah, TNI-Polri, dan organisasi kemasyarakatan. Pasalnya, Dinas Kehutanan sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Papua.

“Tempat pembuangan sampah sudah kami sediakan di Gunung Ekeitadi, jadi usai normalisasi ini kami akan pasang informasi pelarangan buang sampah dan pelarangan tebang kayu sambil kami tanam pohon,” katanya.

Ia menambahkan mulai Jumat (22/1/2021) pihaknya akan menurunkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bupati juga menunjuk Pj Sekda Paniai untuk mengurus bantuan tersebut.

“Sembako besok diturunkan sesuai data yang kami peroleh. Jadi banjir ini gara-gara hujan yang lebat selama ini maka tidak ada salah dari masyarakat,” ucap Nawipa.

Wakil Kapolres Paniai, AKP Mardi Marpaung, mengatakan untuk menolong warga ketika itu pihaknya mengalami kendala pasalnya listrik telah mati sepekan berjalan.

“Karena situasi malam hari dan listrik (PLN) sudah satu minggu tidak pernah menyala karena menurut karyawan PLN mesin mengalami kerusakan, sehingga pendataan maupun upaya bantuan penyelamatan warga yang terkena musibah banjir mengalami kesulitan,” katanya.

Ia menambahkan,pihaknya akan mengawal pekerjaan normalisasi kali termasuk pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT