Warga Takut Berobat ke RSUD Merauke, Mengapa?
JUBI.CO.ID | 18/01/2021 16:50
Warga Takut Berobat ke RSUD Merauke, Mengapa?

Merauke, Jubi – Setelah pasien Covid-19 terus bertambah hingga mencapai lebih dari 100 pasien, beberapa di antaranya meninggal dunia, membuat masyarakat menjadi takut untuk datang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Provinsi Papua.

Pasalnya, apapun keluhan yang dirasakan, apalagi bila disertai gejala batuk dan beringus, petuga kesehatan akan merujuk sebagai pasien yang dicurigai Covid-19.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Dominikus Ulukyanan, kepada Jubi, Senin (18/1/2021, mengatakan merasa pihaknya perlu melakukan pertemuan dengan pemerintah, terutama berkaitan dengan penambahan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 di kabupaten di wilayah selatan Papua tersebut.

“Kami harus duduk bersama  pemerintah untuk membicarakan lagi, terutama penambahan anggaran untuk digencarkan lagi sosialisasi kepada masyarakat sehubungan dengan penanganan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, perlunya relawan yang dibentuk, sehingga mereka bekerja melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penularan virus korona dan upaya pencegahannya. Tidak bisa hanya pemerintah bekerja, tetapi perlu ada relawan agar mereka bekerja ekstra.

Bacaa juga: Pasien Covid-19 meninggal jadi 16 di Merauke

Selain itu, menurutnya, perlu mengajak masyarakat melakukan rapid test guna mengetahui dan memastikan apakah dalam keadaan sehat atau tidak.

 

“Betul bahwa masyarakat takut ketika ke rumah sakit. Karena begitu mengalami sakit lain seperti beringus atau batuk, sudah dikatakan menjurus ke Covid-19,” katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita, mengatakan masih banyak warga tidak mematuhi protokol kesehatan. Misalnya ketika berkendaraan, tak mengenakan masker.

“Ini yang kami temukan di lapangan, padahal berulang kali telah diingatkan agar selalu mengenakan masker,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT