Komplotan Oknum Polisi dan Mantan TNI Sudah Tujuh Kali Jual Senjata Ilegal ke Papua
JUBI.CO.ID | 04/11/2020 10:00
Komplotan Oknum Polisi dan Mantan TNI Sudah Tujuh Kali Jual Senjata Ilegal ke Papua
Jajaran Polda Papua saat menunjukan barang bukti senjata api yang di jual di Nabire. - Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Polisi yang menjadi kurir senjata api ilegal di Nabire, MJH mengaku mendapatkan upah Rp10 juta hingga Rp30 juta untuk setiap pengantaran senjata api ilegal. Sejak bekerja sama tersangka DC dan FAS, MJH sudah tujuh kali menjadi kurir pembawa senjata api ilegal ke Papua.

Hal itu dinyatakan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Senin (2/11/2020). Menurut Waterpauw, MJH, DC, dan FAS sudah bekerja sama sejak 2017, dan sudah tujuh kali mengirimkan senjata api ilegal ke Papua.

“Dari penjualan tersebut, tersangka dengan inisial MJH hanya menerima bayaran sekali antar Rp10 juta, Rp25 juta, Rp30 juta, untuk laras panjang. Sedangkan untuk senjata laras pendek jenis Glock dirinya mendapat [bayaran] Rp15 juta [untuk sekali antar],” kata Waterpauw.

Terkait sejumlah senjata api ilegal yang telah dibawa MJH dalam enam pengiriman terdahulu, Waterpauw menyatakan pihaknya terus menyelidiki keberadaan senjata api itu. Waterpauw menyebut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Paniai yang diduga menjadi pembeli senjata api yang dibawa MJH sudah menghilang. “Sampai hari ini yang bersangkautan belum ditemukan,” ujarnya.

Meski demikian, Waterpauw menyatakan senjata ilegal yang dibawa MJH telah sampai ke tangan kelompok bersenjata di Papua. “Bahkan, siapa-siapa saja pengguna senjata [itu] sudah ada datanya di kami. Salah satunya adalah Tandi Kogoya, [anggota kelompok bersenjata] yang tertembak di Timika,” ujarnya.

Menurut Waterpauw, senjata api jenis M-16 dan M4 yang dibawa MJH biasanya dijual dengan harga sekitar Rp300 juta per unit. Sementara harga pembelian senjata oleh MJH berkisar Rp100 juta hingga Rp150 juta. “Jadi ketika di jual di Papua itu harganya sekitar Rp300 sampai dengan 350 juta,” katanya.(*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT