Program Bagi-bagi Pulsa untuk Siswa dan Guru di Nabire untuk Pembelajaran Daring, Bagaimana Jika Tak Punya Ponsel?
JUBI.CO.ID | 01/09/2020 14:55
Program Bagi-bagi Pulsa untuk Siswa dan Guru di Nabire untuk Pembelajaran Daring, Bagaimana Jika Tak Punya Ponsel?

Nabire, Jubi – Program subsidi pulsa dianggap belum mampu menyelesaikan persoalan pada pembelajaran jarak jauh di Nabire. Pasalnya, tidak semua siswa memiliki perangkat gawai.

“Pulsa dibayai (disubsidi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendukung pembelajaran online (daring). Semua dipastikan dapat (pulsa gratis), kecuali siswa yang tidak punya handphone android,” kata Kepala Dinas Pendidikan Nabire Yulianus Pasang, Senin (31/8/2020).

Dia mengatakan setiap sekolah sudah mulai mendata nomor telepon seluler siswa masing-masing. Data tersebut selanjutnya dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Datanya dikirim langsung oleh pihak sekolah. Dinas pendidikan selalu mengawasinya (pendataan tersebut),” ujar Pasang.

Pulsa gratis berupa paket data internet tersebut dibagikan setiap bulan selama satu semester. Kapasitasnya sebesar 6 Gigabyte dalam sekali pengiriman ke setiap nomor telepon seluler siswa.

Paket layanan internet gratis tersebut juga diperuntukan bagi para guru. Besaran subsidi dan ketentuan penerimanya juga ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Guru dan siswa silahkan menunggu prosesnya (pencairan pulsa gratis). Masalahnya ialah tidak semua siswa memiliki handphone android sehingga pasti ada yang cemburu (protes). Namun, kami tidak bisa berbuat apa-apa karena ini kebijakan pemerintah pusat,” kata Pasang.

 

Wakil Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Nabire Yanuarius Wakei mengatakan mereka sampai saat ini masih mendata nomor telepon seluler siswa. Namun, dia memastikan tidak semua dari 415 siswa mereka bisa menikmati subsidi pulsa tersebut.

“Saya telah menginstruksikan seluruh wali kelas mendata (nomor telepon seluler setiap siswa), dan harus kirim ke Dapodik sebelum 11 September. Namun, tidak semua siswa akan dapat (pulsa gratis) karena mereka tidak memiliki android (gawai),” kata Wakei, yang membidangi kesiswaan tersebut (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT