Bentrok Dua Kampung di Jayawijaya, 100 Personel Polres dan Satu Peleton Brimob Diturunkan
JUBI.CO.ID | 20/08/2020 19:53
Bentrok Dua Kampung di Jayawijaya, 100 Personel Polres dan Satu Peleton Brimob Diturunkan

Wamena, Jubi – Bentrok antarkampung di dua distrik masing-masing Distrik Pelebaga dan Hubikosi di Kabupaten Jayawijaya, terjadi pada Rabu (19/8/2020), sekitar pukul 16.00 WP. Akibat bentrok tersebut empat orang terluka dari Kampung Meagama, Distrik Hubikosi, sedangkan jumlah korban dari Kampung Kusiwuka, Distrik Pelebaga belum diketahui.

Menurut Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen, kejadian berawal dari hilangnya seorang warga Kampung Kusiwuka, Distrik Pelebaga sejak Juli lalu. Warga yang hilang tersebut akhirnya ditemukan meninggal di Kampung Meagama, Distrik Hubikosi belum lama ini.

“Dengan begitu, masyarakat dari Kampung Kusiwuka langsung menyerang Kampung Meagama, yang mengakibatkan Kepala Kampung Meagama meninggal dunia di dekat Batalion 756/WMS, Selasa sore,” kata Rumaropen, di Wamena, Rabu (19/8/2020).

Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2020) malam, kata Rumaropen, seorang warga dari Distrik Pelebaga ditemukan meninggal di Jalan Safri Darwin Wamena. Kepolisian lantas berjaga-jaga pada Rabu pagi, karena kedua kampung mulai memanas dan berpotensi bentrok.

“Jenazah korban dari masing-masing kampung dikawal dan diserahkan ke keluarga, sambil mencegah aksi susulan kedua kubu. Sekarang masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baik di TKP pertama dan TKP kedua sebanyak lima orang, sebagai tindakan penegakan hukum, lalu kita juga mendapatkan hasil rekaman CCTV di dua lokasi kejadian,” katanya.

Namun, lanjutnya, bentrok antarkampung kembali pecah pada Rabu sore. “Selain korban luka panah, terdapat juga 10 honai terbakar di Kampung Meagama. Sejauh ini tidak ada korban jiwa usai bentrok Rabu sore itu,” katanya.

 

Dikatakannya, kepolisian menurunkan sekitar 100 personel dari polres, satu peleton brimob, dibantu sejumlah anggota TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan juga Batalion 756/WMS.

“Mediasi sementara dikomunikasikan, pengamanan tetap dilakukan di sepanjang titik masuk yang akan mempertemukan kedua kubu agar meminimalisir jatuhnya korban,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Saya imbau juga kepada seluruh masyarakat di Jayawijaya bahwa kejadian ini merupakan persoalan dua kampung di dua distrik, sehingga tak perlu dibesar-besarkan, serahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib untuk menyelidiki kasus itu,” katanya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT