Zaki Guru Penggerak Asal Aceh yang Mengabdi Sampai Akhir Hayat di Pedalaman Papua
JUBI.CO.ID | 10/07/2020 11:40
Zaki Guru Penggerak Asal Aceh yang Mengabdi Sampai Akhir Hayat di Pedalaman Papua
Almarhum Muhammad Zaki berswafoto di tempatnya mengajar, SD Mbiandoga, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua –Dok Pribadi.

Nabire, Jubi – Muhammad Zaki, 32 tahun, seorang guru SD asal Aceh yang memilih bertugas di pedalaman Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Ia meninggal dunia karena sakit, setelah sekitar seminggu koma di RSUD Nabire, Papua. Ia meninggal pada Senin, 29 Juni 2020 dini hari dan dimakamkan di TPU Girumulyo Nabire pada hari yang sama.
Zaki, guru asal Aceh memilih mengabdi di pedalaman Intan Jaya, Papua (1) 1 i Papua

Ketua Komunitas Nabire Membaca (Koname) Tri Wahyu Budi Saputra mengaku merasa sangai kehilangan Zaki.
“Ia baik dan sangat perhatian pada anak-anak Papua di Nabire dan Intan Jaya, dia selalu datangkan buku-buku bacaan dan berikan pada kami untuk membantu anak-anak membaca,” kata Wahyu.

Wahyu menyesal karena terlambat datang dan baru bisa saat pemakaman.

“Saya dengan kabar kalau kawan ini sedang sakit, tiba-tiba dengar lagi sudah meninggal, saya sedih sangat kehilangan seorang sahabat yang sangat peduli anak-anak Papua,” ujarnya.

Seorang dosen di mantan almamater Zaki di Aceh menulis bahwa Zaki pernah menyebarkan brosur mencari donator buku-buku untuk anak-anak di pedalaman Papua dengan memanfaatkan pengiriman buku gratis dari seluruh Nusantara via Pos Indonesia.

Zaki juga pernah menawarkan saat pulang ke Aceh untuk berbagi pengalamanan kepada mahasiswa menghadapi daerah pedalaman.

Zaki termasuk guru muda bermental pejuang. Demi memajukan dunia pendidikan, ia rela bertugas di daerah terpencil yang jauh dari fasilitas memadai.

Pemuda asal Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara tersebut lulusan Program Studi Bahasa Indonesia FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan) Universitas Almuslim Peusangan, Bireun.

Ia ikut seleksi program Guru Penggerak Daerah Tertinggal (GPDT) yang diselenggarakan Gugus Tugas Papua UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta pada Desember 2015 dan lulus untuk masa kontrak dua tahun (2016-2018).

Lokasi tempat ia lulus bukan di kampung halamannya di ujung barat Indonesia, yaitu Aceh, melainkan di ujung timur Indonesia, yaitu di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

BACA KISAH SELENGKAPNYA DI JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT