Yarisetouw Minta Maaf, Statusnya di Facebook Menyinggung Perempuan Papua
JUBI.CO.ID | 07/07/2020 14:45
Yarisetouw Minta Maaf, Statusnya di Facebook Menyinggung Perempuan Papua

Jayapura, Jubi – Penggunaan Facebook MJ Yarisetouw akhirnya meminta maaf kepada perempuan Papua, karena mengunggah status Facebook yang melecehkan dan merendahkan martabat perempuan Papua. Permintaan maaf itu disampaikan Yarisetouw di Kota Jayapura, Senin (6/7/2020).

Pada Senin, Koalisi Perempuan Papua pada Senin menggelar keterangan pers di Kota Jayapura, mengecam unggahan status MJ Yarisetouw di Facebook pada Kamis (2/7/2020) lalu. Unggahan status Yarisetouw yang viral pada Jumat (3/7/2020) dinilai sebagai kekerasan verbal yang melecehkan perempuan Papua. Koalisi Perempuan Papua juga memberi waktu satu pekan bagi Yarisetouw untuk meminta maaf atas unggahan statusnya di Facebook itu.

Yarisetouw akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, melalui konferensi pers pada Senin. Permohonan maaf itu juga disiarkan secara langsung melalui laman Facebook Yarisetouw. “Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” kata Yarisetouw.

Yarisetouw mengakui unggahan statusnya telah menciderai perasaan seluruh “perempuan tanah” atau perempuan Papua. Dalam penyampaian permohonan maaf yang didampingi keluarga besar Otis Suwae itu, Yarisetouw meminta maaf baik secara pribadi, maupun atas nama keluarganya.

Ia mengaku, dirinya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. “Kepada seluruh perempuan Papua yang ada di Tanah Papua dan di manapun berada, sekali lagi [saya meminta] maaf. Saya tidak akan mengulanginya, sebab [perbuatan saya] itu menciderai hati perempuan Papua. Sekali lagi, saya memohon maaf kepada bapa, mama, dan khususnya perempuan Papua atau perempuan tanah, atas pontingan saya yang telah melukai hati dan perasaannya,” katanya.

Baca juga: Koalisi Perempuan Papua tuntut MJY meminta maaf atas status facebooknya

Yarisetouw mengatakan unggahan status Facebook yang menggunakan kata-kata yang menyingggung dan melukai perasaan perempuan Papua itu dibuatnya pada 2 Juli 2020, sekitar pukul 11.34 WP. Ia mengaku tidak bermaksud menyinggung perasaan Papua, namun ia mengakui bahwa unggahan statusnya telah melukai hati banyak perempuan Papua.

 

“Sejujurnya, dari status tersebut [saya] sama sekali tidak [bermaksud] menyinggung perasaan seluruh perempuan Papua. Namun saya sadari, saya bukan manusia sempurna, untuk itu saya sekali lagi meminta maaf. Apa yang saya lakukan ini sama saja dengan melukai perasaan saudari perempuan saya, mama saya, yang telah melahirkan saya sebagai laki-laki tanah atau laki-laki Papua,” kata Yarisetouw.

Kekerasan berganda

Dalam keterangan pers terpisah pada Senin, sejumlah tokoh perempuan Papua yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Papua mengecam status Facebook yang diunggah MJ Yarisetouw. Wakil Ketua Solidaritas Perempuan Papua, Naci Jacqueline Hamadi mengatakan status MJ Yarisetouw itu adalah bentuk kekerasan verbal terhadap perempuan, dan berpotensi menjadi kekerasan berganda terhadap korban kekerasan terhadap perempuan.

Jacqueline Hamadi menyatakan Yarisetouw harus menghormati dan menghargai kedudukan perempuan Papua sebagai mama yang mewariskan ras Melanesia, mewariskan lelaki Papua. Tanpa perempuan Papua, tidak mungkin ada laki-laki Papua. “Apabila di Amerika [Serikat] mereka perjuangkan Black Lives Matter, hari ini kami nyatakan Papua Women Lives Matter. Kami akan berjuang untuk mempertahankan hak dan martabat kami sebagai perempuan Papua,” kata Hamadi.

Ia mengingatkan, kini ada banyak perempuan Papua yang berkarya dan berkarir di seluruh penjuru dunia, menekuni berbagai bidang profesi dan pekerjaan. Telah ada banyak perempuan Papua yang menjadi Guru Besar bergelar Profesor, menempuh pendidikan tinggi hingga bergelar Doktor, menjalankan profesi mulia seperti dokter, dan banyak pekerjaan lainnya.

“Jadi sebenarnya postingan status Facebook MJ Yarisetouw itu ditujukan kepada siapa? Setiap perempuan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki hak [untuk mendapatkan penghormatan atas kehidupan pribadinya]. Anda tidak punya hak untuk mengurus [kehidupan pribadi] mereka. [Ujaran Anda bisa tertuju kepada] perempuan [yang] mendapatkan perlakuan, kekerasan verbal dan non verbal, atau bahkan pemerkosaan, [dan ujaran Anda menimbulkan] kekerasan berganda. Itu tidak boleh diulangi lagi,” tegas Hamadi dalam keterangan pers Koalisi.

Hamadi meminta MJ Yarisetouw meminta maaf secara terbuka atas status facebook yang diunggahnya. “Dalam seminggu ini kami tunggu. Jika tidak, kami [akan] melaporkan kepada pihak berwewenang untuk melanjutkan proes Hukum,” katanya.(*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT