Gaji Rp 50 Juta per Bulan dan Fasilitas Rumah, Lowongan 5 Dokter Spesialis di Papua Barat Sepi Peminat
JUBI.CO.ID | 28/05/2020 10:20
Gaji Rp 50 Juta per Bulan dan Fasilitas Rumah, Lowongan 5 Dokter Spesialis di Papua Barat Sepi Peminat
Ilustrasi dokter. Sumber: Getty Images/iStockphoto/mirror.co.uk

Manokwari, Jubi – Tawaran gaji Rp 50 juta perbulan ditambah fasilitas rumah dan mobil dinas, untuk masing-masing dari lima orang tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan Pemerintah Provinsi Papua Barat, belum juga mendapat respons.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, mengatakan hingga akhir Mei ini, belum satupun tenaga dokter spesialis yang melamarkan diri ke Dinasnya sejak diumumkan pada pertengahan April lalu.

“Sampai sekarang belum ada yang mendaftar,” kata Otto kepada Jubi, melalui pesan tertulisnya, Rabu (27/5/2020).

Dia mengakui, waktu pendaftaran untuk lima tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan tentu akan diperpanjang. “Karena belum ada yang daftar, maka waktu pendaftaran akan kami perpanjang,” ujarnya.

Dikatannya, lima dokter spesialis yang dibutuhkan adalah spesialis paru sebanyak dua orang, spesialis anestesi satu orang, spesialis radiologi satu orang dan spesialis patologi klinik satu orang. Untuk spesialis paru, akan ditempatkan di dua daerah berbeda yaitu di Manokwari dan Sorong.

“Penambahan dokter ini merupakan salah satu upaya agar pihak rumah sakit lebih siap dalam menangani pasien corona. Para dokter tersebut akan bekerja dengan sistem kontrak selama tiga bulan. Dan tidak menutup kemungkinan kontrak tersebut akan diperpanjang jika memang masih dibutuhkan,” kata Otto.

Sebelumnya, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Manokwari, dr.Adhe Ismawan, menyatakan IDI Manokwari telah merekomendasikan sejumlah catatan penting kepada Pemerintah Papua Barat dalam menghadapi pendemi Covid-19. Salah satu rekomendasi yang disampaikan terkait dengan penambahan tenaga dokter ahli paru.

“Papua Barat belum punya tenaga ahli paru yang cukup. Makanya kami dari IDI rekomendasikan supaya Pemerintah bisa segera bersikap untuk menghadapi kemungkinan membludaknya jumlah kasus konfirmasi Covid-19,” ujar dokter Ismawan belum lama ini. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT