Benarkah Justinus Silas Meninggal karena Water Canon Satgas Copvid-19? Polda Papua Buka Suara.....
JUBI.CO.ID | 27/05/2020 13:31
Benarkah Justinus Silas Meninggal karena Water Canon Satgas Copvid-19? Polda Papua Buka Suara.....

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah Papua akhirnya angkat bicara soal meninggalnya warga Hamadi atas nama Justinus Silas Dimara (35), pada Senin, (25/5/2020) di Rumah Sakit Angakatan Laut DR. Soedibjo Sardadi sekitar pukul 17.40 WP.

Kabar meninggalnya Justinus Silas Dimara sontak menimbulkan amarah pihak keluarga dan warga setempat setelah mengetahui, almarhum wafat akibat terkena semprotan water canon milik Polda Papua. Akibatnya jalan dari dan memuju Jl. Amphibi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura dipalang.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal melalui rilis persnya yang diterima Jubi, Selasa (26/5/2020) menjelaskan, pada pukul 17.30 Wit bertempat di Areal Restaurant Tenderloin telah terjadi kasus jatuhnya seorang atas nama Justinus Silas Dimara saat menghindari semprotan Tim Covid-19 Provinsi Papua. Korban saat itu bersama sejumlah orang.

“Karena imbauan petugas 9agar sejumlah orang tersebut membubarkan diri) tidak didengar, maka Kepolisian mengambil tindakan dengan cara menyemprotkan air menggunakan mobil AWC kepada sekelompok masyarakat tersebut agar membubarkan diri,” kata Kamal.

Baca Semprotan water canon Satgas Covid-19 tewaskan warga, Papua butuh payung hukum pembatasan sosial

“Saat dilakukan penyemprotan air, korban menghindari semprotan Water Canon dengan berlari, korban yang sedang dalam pengaruh minuman keras tidak dapat mengontrol diri (keseimbangan) sehingga terjatuh. Kemudian personil gabungan membawa korban ke Rumah Sakit Angkatan Laut guna dilakukan penanganan medis,” sambungnya.

 

Dari hasil pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, korban meninggal dunia akibat benturan pada bagian kepala, mengalami pendarahan pada telinga kanan dan hidung bagian kiri serta dalam keadaan kondisi mabuk berat akibat konsumsi miras.

Menanggapi kejadian itu, Kabis Humas Polda Papua Kalam mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas diluar rumah diatas pukul 14.00 WP sampai dengan pukul 06.00 WP sesuai kesepakatan bersama Gubernur dan Forkopimda Papua pada poin 6 yang isinya adalah, “Memerintahkan SATGAS COVID-19 Provinsi Papua dan Satpol PP untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/Kota, dengan dukungan Pihak Polda Papua, untuk melakukan razia dan menutup : tempat/aktivitas perdagangan dan bisnis, angkutan/kendaraan charteran, ojek, angkutan laut, serta membubarkan kumpulan/kerumunan atau aktivitas orang/penduduk di dalam kota/kelurahan/kampung/RT/RW diatas jam 14.00 WP yang dipandang tidak penting dan mendesak, dan apabila dianggap perlu dapat dilakukan secara paksa.

Selain itu, dirinta juga meminta agar masyarakat tidak mengkonsumsi minuman keras, karena bisa menyebabkan tidak dapat mengontrol diri baik saat mengendarai kendaraan dan berhadapan dengan orang lain yang dapat terjadi salah paham mengakibatkan keributan bahkan akan terjadi tindak pidana lainya.

Kamal menambahkan, saat ini personil yang bertugas pada saat kejadian, sedang dalam pemeriksaan sie Propam Polresta Jayapura Kota di back up Bid Propam Polda Papua untuk melihat apakah tindakan personil tersebut sesuai dengan SOP.

“Jika tidak sesuai akan di proses secara hukum sesuai aturan yang berlaku di internal kepolisian, namun jika sudah sesuai SOP personil tersebut akan kembali melanjutkan tugasnya,” ujarnya.

“Polda Papua mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Justinus Silas Dimara, semoga almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan di berikan ketabahan serta penghiburan,” katanya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT