Legislator Papua Protes Dugaan Pengiriman TNI ke Pegunungan Bintang Saat Wabah Virus Corona
JUBI.CO.ID | 30/03/2020 14:01
Legislator Papua Protes Dugaan Pengiriman TNI ke Pegunungan Bintang Saat Wabah Virus Corona

Makassar, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa protes terhadap dugaan pengiriman prajurit TNI ke Kabupaten Pegunungan Bintang atau Pegubin.

Anggota komisi bidang pertahanan, keamanan, hukum dan HAM DPR Papua itu mengatakan ia mendapat informasi dari warga Pegubin terkait pengiriman prajurit TNI ke wilayah itu. Kabarnya, para prajurit TNI tiba di Pegubin menggunakan pesawat Trigana Air, Sabtu (28/3/2020).

Pengiriman prajurit TNI ke Pegubin, diduga untuk mencari senjata api (senpi) yang hilang, saat helikopter M17 Penerbad milik TNI jatuh di wilayah Pegubin, akhir Juni 2019.

Menurut Kadepa, ia tidak mempermasalahkan misi prajurit TNI ke Pegunungan Bintang, karena itu merupakan tugas aparat keamanan. Akan tetapi yang ia protes adalah misi itu dilakukan dalam situasi di mana masyarakat Papua kini, khawatir terhadap penyebaran Covid-19.

“Kalau informasi yang saya dapat ini benar, mestinya misi seperti itu tidak dilakukan dulu dalam situasi seperti sekarang. Kita mestinya memahami kondisi rakyat Papua kini,” kata Kadepa melalui sambungan teleponnya, Minggu (29/3/2020).

Kata dia, mestinya misi apa pun yang dapat menambah kekhawatiran masyarakat, ditunda terlebih dahulu pelaksanannya dalam kondisi seperti kini. Kini masyarakat Papua, termasuk di Pegunungan Bintang, khawatir terhadap penyebaran Covid-19.

“Mestinya tidak menambah kekhawatiran masyarakat dengan hal-hal lain. Saya pikir itu justru akan menambah tekanan psikologi kepada masyarakat. Masyarakat akan bingung, apakah menjaga diri dari penyebaran Covid-19, ataukah mengamankan diri agar tidak menjadi korban salah sasaran dalam misi itu,” ujarnya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Eko Daryanto ketika dikonfirmasi terkait informasi adanya pengiriman prajurit TNI ke Kabupaten Pegunungan Bintang, belum memberikan jawaban.

Pesan singkat yang dikirim kepada Kolonel Eko Daryanto melalui aplikasi pesan singkat belum dijawab, meski laporan pesan singkat whatsapp menunjukkan yang bersangkutan telah membaca pesan tersebut.

Ketika helikopter M17 jatuh pertengahan tahun lalu, selain membawa 12 orang anggota TNI dan amunisi, helikopter itu juga membawa 10 pucuk senpi.

Senpi terdiri dari tujuh pucuk senpi laras panjang jenis SS1 dan tiga pucuk pistol. Ketika para korban dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat, Februari 2020 lalu, tim tidak menemukan keberadaan 10 senjata api. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT