Begini Perjalanan Virus Corona, dari Bogor Terbang ke Merauke Hingga Diduga Mengenai Bayi Dua Bulan
JUBI.CO.ID | 25/03/2020 09:40
Begini Perjalanan Virus Corona, dari Bogor Terbang ke Merauke Hingga Diduga Mengenai Bayi Dua Bulan

Merauke, Jubi – Seorang bayi berusia dua bulan menjadi pasien dalam pengawasan karena diduga menderita covid-19. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Merauke setelah mengalami sesak napas.

Bayi tersebut adalah anak kandung seorang tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Kepastian mengenai status pasien dalam pengawasan terhadap bayi tersebut terkonfirmasi melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Merauke Nevil Muskita.

“Bayi tersebut anak seorang tenaga medis yang menjadi pasien covid-19. Dengan demikian, terdapat tujuh pasien dalam pengawasan (terduga covid) dirawat di RSUD Merauke, saat ini,” kata Nevil saat konferensi pers, Selasa malam (24/3/2020).

Seperti diketahui, tenaga medis tersebut juga terkena covid-19 setelah merawat seorang pasien yang dinyatakan positif corona.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Mustika, pasien pertama pernah mengikuti salah satu kegiatan di Bogor pada Februari 2020 lalu.

Sekembalinya ke Merauke, pasien mengalami gejala batuk, pilek, dan demam, lalu memeriksakan diri ke dokter praktik umum namun tak kunjung sembuh. Setelah diberi rujukan ke RSUD Merauke, pasien dirawat intensif sejak 11 Maret 2020.

“Sedangkan pasien kedua berusia 31 tahun adalah seorang tenaga medis di rumah sakit, yang melakukan kontak dengan pasien pertama saat mulai dirawat,” katanya, saat jumpa pers di Kantor Bupati Merauke, Minggu (22/3/2020).

Lanjutnya, setelah melakukan kontak dengan pasien pertama, tenaga medis itu mulai menunjukkan gejala batuk dan pilek, sehingga dievakuasi ke rumah sakit dan diobservasi.

“Begitu sampel darahnya ikut dikirim, akhirnya diketahui bersangkutan positif corona. Kedua pasien yang positif corona, kini kondisi mereka berangsur-angsur membaik kembali,” katanya.

Ada kemungkinan jumlah pasien terduga covid-19 bertambah di RSUD Merauke. Itu karena ada dua pasien dari Boven Digoel yang dirujuk untuk mendapat perawatan lanjut di rumah sakit tersebut.

“Kami mendapat laporan dari Boven Digoel, kedua dua pasien itu masih dalam perjalanan. Kemungkinan baru sampai pada tengah malam di RSUD Merauke ,” ungkap Nevil.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Benjamin Latumahina, meminta kepada masyarakat tetap waspada dan tidak keluar rumah terlebih kalau tidak ada urusan penting. “Sebaiknya tetap berada di rumah. Karena ada beberapa pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Merauke,” ujarnya.

Sesuai info dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, jika mempunyai kenalan atau kerabat yang mengikuti Seminar Anti-Riba di Babakan Madang, Bogor, pada 25-28 Februari 2020 lalu, mohon segera melapor ke puskesmas terdekat karena sudah beberapa orang yang menghadiri kegiatan tersebut positif Covid-19. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT