Ada Puskesmas dan Sekolah di Deiyai, Tapi Tak Ada Petugas Kesehatan dan Guru
JUBI.CO.ID | 16/03/2020 16:00
Ada Puskesmas dan Sekolah di Deiyai, Tapi Tak Ada Petugas Kesehatan dan Guru

Deiyai, Jubi – Kondisi pendidikan dan kesehatan di dua distrik terluar dari Kabupaten Deiyai, yakni Bouwobado dan Kapiraya menjadi sorotan utama pada Musrenbang tahun 2020 dalam rangka penyusunan RKPD 2021.

Wakil Bupati Deiyai, Hengky Pigai mengatakan, sejak Kabupaten Deiyai dimekarkan dari Paniai pada 2009 silam, pihak pemerintah daerah (Pemda) setempat telah membuka Puskesmas dan Sekolah Dasar di kedua distrik tersebut . Namun sejauh ini tak pernah ada tenaga perawat yang menetap bahkan guru pun kosong.

Sehingga, kata Pigai, terkesan ada ‘korban’ jika warga sakit dan ‘korban’ karena tak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah itu.

“Percuma saja ada bangunan Puskesmas di sana, percuma saja ada sekolah di sana kalau tidak ada petugas (perawat dan guru) ,” ujar Hengky Pigai.

Ia meminta kepada kedua instansi berwenang agar segera tangani hal itu. “Saya percaya, dua kepala dinas masing-masing bisa tangani dan benahi dengan sesegera mungkin,” ucapnya.

Kepala Distrik Bouwobado, Daniel Yatipai mengatakan, dirinya mendapati petugas kesehatan maupun guru tak pernah melakukan pelayanan di wilayah itu.

“Tapi mereka masih terima gaji. Ini aneh, tak jalankan tugas tapi makan gaji buta. Dinas yang bersangkutan tolong perhatikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Kornelis Pakage mengatakan, pihaknya tengah melakukan pembenahan dari tingkat bawah. Ia mengatakan, dirinya telah melakukan kunjungan kerja (kunker) pada pekan lalu.

“Benar, kami akui itu. Tapi kami sedang melakukan upaya pembenahan. Saya harap semua pihak kita sama-sama saling melengkapi dalam penanganan kendala ini,” ucapnya ketika dikonfirmasi Jubi, Senin, (16/3/2020). (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT