Kayutangan, Destinasi Wisata Berkonsep Heritage di Kota Malang
JUBI.CO.ID | 09/03/2020 20:13
Kayutangan, Destinasi Wisata Berkonsep Heritage di Kota Malang

Malang, Jubi – Kota Malang di Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat memiliki destinasi wisata berkonsep heritage yang berlokasi di tengah kota, yakni Kayutangan Heritage.

Wali Kota Malang, Sutiaji, di Malang, Senin (9/3/2020), mengemukakan Kayutangan Heritage akhir-akhir ini menjadi lokasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, dan mendapat respons positif dari warga di kota pendidikan itu.

“Kami menargetkan pada akhir Desember 2020, wisata Kayutangan Heritage sudah dapat dinikmati wisatawan dengan berbagai fasilitas penunjang dan ornamen-ornamen ‘cantik’ khas masa lalu,” ucap Wali Kota Sutiaji.

Dia mengemukakan penataan fisik kawasan Kayutangan Heritage diharapkan tidak hanya berdampak positif pada pelestarian cagar budaya, tetapi juga mendukung pariwisata, memberikan nilai tambah kawasan dan meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian warga Kota Malang, khususnya di wilayah kawasan Kayutangan Heritage.

Penataan Kayutangan Heritage sebagai ibu kota heritage Malang Raya, lanjutnya, akan dituntaskan pembangunannya ada tahun ini. Selain pembangunan fisik, juga akan dilaksanakan rekayasa lalu lintas, penataan kabel bawah tanah, serta peningkatan konektivitas kawasan.

Ia menambahkan pengembangan Kayutangan Heritage akan disinergikan dengan peran serta seluruh elemen yang ada di masyarakat, termasuk event dan branding Kayutangan Heritage akan diperkuat dengan sinergi bersama pelaku usaha dan komunitas kreatif Malang.

 

“Dengan kolaborasi pentahelix, kami optimistis upaya pelestarian sejarah dalam kerangka Malang Heritage akan semakin baik dan kita bisa mewariskan kota serta jati dirinya untuk masa depan,” tutur Sutiaji.

Sementara itu, Camat Klojen, Kota Malang, Heru Mulyono, yang juga Ketua Panitia pembangunan Kayutangan Heritage, mengatakan untuk menyerap aspirasi warga sekitar Kayutangan sekaligus komunikasi dua arah dengan para pejabat di lingkungan Pemkot Malang, pihaknya secara rutin mengadakan pertemuan yang dikemas dalam acara “Noto Kayutangan Heritage”.

“Kegiatan ini merupakan yang pertama di tahun 2020, dipilihnya wilayah Kayutangan karena wilayah ini sedang berkembang pesat, sehingga berpotensi memunculkan permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan segala permasalahan dapat segera teratasi dan mendapat respons langsung dari pihak terkait,” katanya.

Penataan kawasan Kayutangan Heritage sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir ini. Pembangunan kawasan yang berada di sepanjang Jalan Basuki Rahmad itu sudah dilakukan secara bertahap untuk melengkapi kawasan yang menjadi cagar budaya Kota Malang.

Selain kawasan Kayutangan, sejumlah kawasan dan bangunan di Kota Malang juga menjadi agar budaya, di antaranya kawasan Jalan Besar Ijen yang memiliki kekhasan bangunan rumah dengan bentuk atap segi lima, kawasan jalan Merbabu dengan bangunan rumah-rumah kuno, bangunan (gedung) PLN, Stasiun Kotabaru, serta sejumlah bangunan sekolah.

Selain bangunan dan kawasan, Kota Malang juga memiliki kampung budaya yang mulai dikenal wisatawan, yakni Kampung Budaya Polowijen yang berlokasi di Jalan Cakalang,Kelurahan Polowijen, Kota Malang.

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT