Wartawan Dianiaya Saat Wawancara Humas Polres Aceh Barat, Siapa Pengeroyoknya?
JUBI.CO.ID | 27/02/2020 15:01
Wartawan Dianiaya Saat Wawancara Humas Polres Aceh Barat, Siapa Pengeroyoknya?

Banda Aceh, Jubi –Tiga dari empat tersangka pengeroyok wartawan kantor Antara di Aceh Barat ditangkap dan sedang ditahan Mapolres setempat. Sedangkan seorang tersangka lainnya ditangguhkan penahanannya. “Para pelaku terancam pidana penjara selama lima tahun enam bulan,” kata Wakapolres Aceh Barat Komisaris, Zainuddin, Rabu, (27/2/2020).

Zainuddin menyatakan keempat tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama lima tahun enam bulan kurungan.

Baca juga :
Kekerasan terhadap jurnalis di Lampung mencapai enam kasus  

Dewan Pers kecam pelaku kekerasan terhadap jurnalis, imbau kedepankan jurnalisme damai

Kapolda Papua sepakat proses hukum oknum polisi pelaku kekerasan terhadap jurnalis

 

Mereka meliputi Akrim, T Erizal, Umar Dani, dan Darmansyah alias Mancah. Dari empat tersangka tersebut, polisi menangguhkan penahanan terhadap tersangka Darmansyah alias Mancah.

Polisi sudah menggelar perkara pengeroyokan dengan memperlihatkan tiga tersangka yang ditahan beserta barang bukti berupa hasil visum et repertum korban pengeroyokan Teuku Dedi Iskandar, dua lembar kuitansi, sebuah flashdisk yang berisi rekaman kamera pemantau, kemeja, dan tas korban.

“Saat ini penyidik terus melengkapi petunjuk dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat dan secepatnya berkas perkara akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” kata Zainuddin menjelaskan.

Tercatat wartawan kantor berita Antara, Teuku Dedi Iskandar dikeroyok ketika sedang mewawancarai Kepala Subbagian Humas Polres Aceh Barat di warung kopi Elnino, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Senin 20 Januari 2020 sekitar pukul 12.15 WIB. Akibatnya Teuku Dedi Iskandar menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh, hingga enam hari.

Selain kasus pengeroyokan, tersangka Akrim juga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Aceh Barat dalam perkara dugaan ancaman dengan senjata api terhadap Aidil, juga wartawan di Aceh Barat. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT