Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu
JUBI.CO.ID | 17/02/2020 15:45
Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Palu, Jubi – Tim satgas khusus yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melanjutkan upaya penyelamatan seekor buaya liar berkalung ban di Sungai Palu. Tim itu terdiri dari anggota personil BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Polairud Polda Sulteng dan dibantu dua ahli buaya dari Australia.

“Kami tetap memburu sampai buaya itu berhasil ditangkap,” kata Ketua Tim Satgas BKSDA Sulteng, Haruna, Senin, (17/2/2020).

Baca juga : BKSDA Maluku patroli penangkapan buaya di Namlea

Seorang anak diduga diterkam buaya saat memancing

Warga tangkap buaya di danau Meduyan

 

Haruna yang sebelumnya sempat mengabdi di Balai Besar Taman Nasional (TNLL) selama beberapa tahun tersebut mengatakan buaya berkalung ban nyaris tertangkap pada Minggu, (16/2/2020),  dinihari kemarin.

Buaya tersebut lepas dari jeratan, upaya untuk kembali menangkapnya terus dilakukan. “Kami baru akan hentikan pencarian sampai buaya yang menjadi target operasi itu bisa ditangkap,” kata Haruna menambahkan.

Penangkapan buaya liar di Sungai Palu semata-mata hanya untuk melepaskan ban motor yang terlilit dileher buaya itu. Dia khawatir ban di lehernya tidak dilepaskan dan berdampak kematian karena tubuh buaya semakin besar.

Tercatat tim Satgas bersama dua ahli buaya dari Australia terus berupaya keras segera menangkapnya dan melepas ban. Buaya itu akan kembali dilepasliarkan setelah ban berhasil dilepas dari leher. “Target kita melepaskan ban dan sesudah itu akan dilepaskan kembali ke Sungai Palu,” katanya.

Dia mengaku kesulitan menangkap buaya karena warga yang menyaksikan cukup banyak. Setiap  hari, ribuan warga Kota Palu, bahkan ada juga dari luar yang datang hanya untuk melihat proses penangkapan buaya berkalung ban yang sudah hampir dua pekan terakhir ini menjadi target tim satgas BKSDA.

Sedangkan tim telah memasang beberapa alat penangkap yang disebar di sejumlah titik target di sepanjang Sungai Palu sebagai upaya menangkap buaya itu. Salah satu titik yang menjadi target dan telah dipasang perangkap adalah di sekitar jembatan II Palu yang sejak pagi sampai malam hari dipadati warga. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT