IKAMPI Cabut Penobatan Kapolres Salatiga sebagai Panglima Besar Suku Papua
JUBI.CO.ID | 06/02/2020 13:07
IKAMPI Cabut Penobatan Kapolres Salatiga sebagai Panglima Besar Suku Papua

Jayapura, Jubi – Ketua ikatan keluarga masyarakat Papua Indonesia  (IKAMPI), Abner Sundoe mengklarifikasi dan mencabut pernyataannya tentang penobatan Panglima Besar Suku Papua kepada Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono yang dilakukan Sebelumnya, penobatan tersebut viral di media sosial dan mendapat tanggapan dari berbagai pihak, terutama masyarakat di Tanah Papua.

Dalam rilis yang diterima Jubi, Rabu  (5/2/2020), Abner Sundoe selaku pihak yang secara spontan melakukan penobatan, mencabut penobatan tersebut dan meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Papua di Salatiga.

BACA: Masalah Guru di Papua, Tanggung Jawab Siapa?

Abner menjelaskan diakhir acara dirinya sangat terobsesi dengan Kaporles Salatiga sehingga  memakaikan mahkota dan menobatkan Kapolres Salatiga sebagai Panglima Besar Suku Papua tanpa mempertimbangkan hal-hal lain.

“Dengan besar hati saya meminta maaf kepada seluruh mahasiswa, pelajar serta seluruh masyarakat Papua, dengan nama Tuhan Yesus Kristus saya mencabut perkataan saya,” katanya dalam rapat dengan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Papua Barat (HIMPPAR) Salatiga dan mahasiswa Papua yang ikut perayaan natal bersama di asrama Mansinam Salatiga, Rabu (29/1/2020).

Menindaklanjuti kesempatan rapat tersebut, Pengurus HIMPPAR, Ketua IKAMPI, Senioritas dan perwakilan anggota kembali bertemu Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono di ruang kerjanya, Senin 3 Februari 2020.

 

Dalam pertemuan tersebut Kapolres Salatiga mengatakan penobatan tersebut di luar dugaan. “Jujur saya tidak kepikiran hal tersebut, karena bagi saya itu adalah suatu penghormatan yang diberikan kepada saya,” katanya.

Kapolres menjelaskan ia sangat berterimakasih sekali kepada mahasiswa Papua yang mau datang membicarakan soal tersebut secara terbuka. “Penobatan tersebut pun dilakukan tidak terduga.  Bapak Abner tiba-tiba menghampiri saya dan menobatkan saya, maka itu jika ade-ade ingin mediakan semua ini saya tidak apa-apa,” katanya.

Sedangkan Ketua IKAMPI selaku pihak yang menobatkan secara sungguh-sungguh meminta maaf kepada Kapolres Salatiga atas kesalahan yang ia perbuat.

“Jujur Bapak, malam itu saya sangat bersemangat karena saya merasa  sangat bangga kepada Bapak Kaporles sehingga tanpa memikirkan hal yang lain saya langsung menobatkan Bapak, maka hari ini saya menarik perkataan saya kembali terkait penobatan tersebut”, katanya.

Sebelumnya, Ketua IKAMPI Abner Sundoe menobatkan Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono sebagai Panglima Besar Suku Papua pada acara malam perayaan Natal bersama anggota Polres Salatiga dengan masyarakat dan mahasiswa Papua, di Pendopo Mapolres Salatiga,Sabtu (25/1/2020).

Pengangkatan tersebut kemudian viral di media sosial. Warganet dan HIMPPAR Salatiga mempertanyakan latar belakang penobatan tersebut, karena tidak sesuai dengan adat dan budaya Papua. Dimana Papua terdiri dari banyak suku (tribal) yang tidak mengenal istilah Panglima Besar Suku Papua.

HIMPPAR Salatiga kemudian meminta ketua IKAMPI untuk mencabut penobatan tersebut secara resmi lewat rapat yang dilakukan di asrama Mansinam Salatiga, Rabu (29/1/2020).

Hasil pertemuan tersebut, HIMPPAR Salatiga, ketua IKAMPI dan senioritas bertemu dengan Kapolres Salatiga, untuk melakukan pencabutan penobatan tersebut secara resmi, Senin (3/2/2020).(*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT