Takut Virus Corona, Papua Nugini Tutup Perbatasan dengan Indonesia
JUBI.CO.ID | 31/01/2020 16:33
Takut Virus Corona, Papua Nugini Tutup Perbatasan dengan Indonesia

Port Moresby, Jubi – Badan Keimigrasian dan Kewarganegaraan Papua Nugini (PNG) telah menginstruksikan agar pos perbatasan Wutung di Vanimo, Provinsi West Sepik, ditutup untuk sementara setelah wabah virus Corona yang mematikan mulai menyebar. Arahan ini mulai berlaku secara resmi Kamis ini (30/1/2020).

Berita lainnya: Story Map: Ikon Kota Jayapura pada masa pendudukan Belanda

Namun, menurut EMTV News pos lintas perbatasan Wutung telah ditutup sejak Rabu (29/1/2020) ini, dimana orang-orang disarankan untuk tidak pergi ke Wutung atau pasar Batas.

Dengan penutupan sementara ini, pos pemeriksaan dan karantina akan didirikan dua sisi perbatasan sebelum ada orang yang diizinkan untuk lewat.

Instruksi itu juga menetapkan agar semua visa yang diajukan melalui daring segera ditangguhkan, termasuk visa pada saat kedatangan (visa on arrival), menolak pengunjung dari pelabuhan udara di Asia, dan mewajibkan semua warga negara PNG yang memasuki PNG kembali dari negara-negara Asia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan wajib dari Kementerian Kesehatan.

Meski banyak yang mengkritik respons Pemerintah PNG dalam membuka pos pemeriksaan karantina di semua pelabuhan masuk di seluruh negeri ini terlalu lambat, Pemimpin kubu Oposisi, MP Belden Namah, yang juga MP dari Vanimo-Green di Provinsi West Sepik, secara khusus mengecam pemerintah pusat karena lambat mengambil tindak lanjut sejak laporan mengenai wabah itu pecah.

“Kemungkinan infeksi ini menular tanpa diketahui itu sangat tinggi karena minimnya fasilitas kesehatan dan pekerja perawatan kesehatan,” kata Namah.

“Saya mendesak Menteri Kesehatan untuk memberikan jaminan bahwa fasilitas kesehatan yang tepat akan didirikan di Wutung, mengingat tanggapan Indonesia yang sigap di sisi mereka di perbatasan.”

Perintah untuk menutup perbatasan ini diumumkan beberapa jam setelah Gubernur East Sepik, Allan Bird, mengeluarkan larangan bagi semua warga negara Tiongkok yang memasuki Provinsi East Sepik.

Larangan yang serupa juga diharapkan akan berlakukan di Provinsi West Sepik. (Asia Pacific Report/ EMTV News)


BERITA TERKAIT