13 Mahasiswa Jayapura Terisolasi di Wuhan Gara-gara Virus Korona
JUBI.CO.ID | 29/01/2020 16:30
13 Mahasiswa Jayapura Terisolasi di Wuhan Gara-gara Virus Korona
Petugas karantina kesehatan Indonesia menunggu penumpang di titik penyaringan panas di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, 21 Januari 2020. Virus Korona telah dinamakan secara teknis 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Sejauh ini sekitar 300 orang dinyatakan terkena virus itu. REUTERS/Willy Kurniawan

Sentani, Jubi – Sebanyak 13 mahasiswa asal Kabupaten Jayapura terisolasi di Kota Wuhan, Tiongkok. Mereka tetap bertahan lantaran semua akses keluar dari Wuhan ditutup otoritas setempat sejak merebaknya penyebaran virus korona.

“Kemarin,  anak saya bersama beberapa temannya berusaha mengunakan taksi gelap (tidak resmi) untuk keluar dari Wuhan. Namun, tidak bisa (gagal),” kata Fredi Lisi, Rabu (29/1/2020).

Berita lainnya: Bandara Sentani “dibersihkan”, pesawat tujuan Jayapura dialihkan sementara

Fredi ialah orang tua dari Holly Kartens Lisi, salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Jayapura yang terisolasi di Wuhan. Walaupun Holly mengabarkan dia beserta teman-temannya dalam kondisi sehat, Fredi tetap mencemaskan keberadaan anaknya.

“Saya merisaukan (mencemaskan kondisi) anak kami. Sebab, sebagian mahasiswa Indonesia telah dipulangkan dari kota-kota lain di Tiongkok,” ungkap Fredi.

Holly sudah dua tahun menetap di Wuhan. Dia kuliah di Jurusan Kedokteran Universitas Xynning. Holly dan 12 rekannya bisa berkuliah di Wuhan karena mendapat beasiswa pendidikan dari Program Pemberdayaan Putra-Putri Papua.

Menurut Fredi, para mahasiswa saat ini kebanyakan beraktivitas di dalam rumah. Mereka hanya ke luar ketika ada urusan penting, dan harus mengenakan masker.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah mendonasikan dana agar para mahasiswa bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, stok makanan mereka semakin menipis lantaran hanya satu toko yang masih beroperasi di Wuhan.

Fredi berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebagai antisipasi terhadap mahasiswa Papua tersebut. “Pemerintah daerah harus melakukan solusi (menanggulangi) permasalahan ini karena anak kami tepat berada di Wuhan.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai tindak lanjut penanganan terhadap para mahasiswa tersebut dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Jubi telah menghubungi Bupati Mathius Awoitauw, tetapi pesan singkat yang dikirim ke telepon selulernya belum direspon. (*)


BERITA TERKAIT