Pantai di Bintan Tercemar Minyak Hitam hingga 299 Drum, Benarkah Buangan Limbah Kapal Tanker Asing?
JUBI.CO.ID | 22/01/2020 15:35
Pantai di Bintan Tercemar Minyak Hitam hingga 299 Drum, Benarkah Buangan Limbah Kapal Tanker Asing?

Bintan, Jubi – Sepanjang Januari 2020 ini tercatat ada delapan resort di Bintan, Kepulauan Riau yang pantainya tercemar limbah minyak hitam. Sejumlah kawasan yang tercemar itu meliputi Ria Bintan, Club Med, Bintan Lagoon, Nirwana Garden, Banyan Tree, Sanchya Hotel, Lagoi Bay, dan Pantai Indah.

“Pencemaran meningkat cukup signifikan jika dibanding 2019 yang mencapai 73 drum,” kata General Manager PT Bintan Beach International Resort (BBIR), Abdul Wahab, selaku pengelola Lagoi, Bintan, Rabu, (22/1/2020).

Baca juga : Dugaan pencemaran sungai Martapura masuk ke penyidikan

Antisipasi dampak pencemaran laut Papua Nugini, DKP pantau ikan tangkapan di Hamadi

 

Keindahan jembatan, ring road, dan pencemaran air laut di Teluk Youtefa

Ia menyebutkan hingga kini sudah ada 299 drum limbah minyak hitam yang terkumpul. Pencemaran limbah minyak hitam di Bintan ini merupakan penyakit tahunan terutama saat musim utara.

Limbah itu berasal dari wilayah OPL atau perairan perbatasan antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. “Limbah itu dibuang kapal tanker asing di wilayah OPL, kemudian dibawa arus ke perairan Bintan,” kata Wahab, yang berharap ada langkah konkret dari pemerintah guna mengatasi persoalan limbah tersebut.

Menurut dia masalah limbah minyak itu bisa mencoreng Bintan sebagai kawasan wisata internasional di mata turis asing. Sedangkan pengelola wisata setempat siap mendukung wacana pemerintah menebar jaring di sepanjang garis pantai untuk menghalau kotoran oli bekas itu.

“Kalau dampak kunjungan wisman memang belum ada, tapi kita perlu tunjukkan kepada turis bahwa limbah minyak itu bisa dibasmi atau paling tidak diminimalisasi,” kata Wahab menjelaskan. (*)


BERITA TERKAIT