BNN Ungkap Mayoritas Pecandu Ganja dan Lem Aibon Orang Asli Papua
JUBI.CO.ID | 11/12/2019 16:25
BNN Ungkap Mayoritas Pecandu Ganja dan Lem Aibon Orang Asli Papua

Jayapura, Jubi – Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Papua menyebut 90 persen pengguna narkotika jenis ganja adalah Orang Asli Papua atau OAP. BNNP Papua juga menyebut mayoritas pecandu lem aibon adalah OAP.

Kepala BNNP Papua, Brigjen Jackson Lapalonga di Jayapura, Selasa (10/12/2019). “Ganja dan lem aibon ini mudah didapat, harganya murah, serta mudah penggunaanya. Hal ini saya harus sampaikan agar ke depan ada langkah pencegahan yang serius dari semua pihak, bukan hanya dari BNNP Papua saja,” kata Brigjen Jackson Lapalonga.

BACA: Otonomi khusus belum berdaya di Papua

Menurutnya, jumlah penyalahgunaan ganja di kalangan pelajar di Papua tergolong tinggi. Bahkan, dari hasil tes urin 1.389 siswa di berbagai sekolah yang dijadikan sampel, tujuh diantaranya positif menggunakan ganja.

“Pelajar yang rentan adalah pelajar SMP dan SMA. Baru-baru ini saja, ada siswa SMP yang kedapatan membawa ganja di dalam kelas. Jelas hal itu harus perhatian semua pihak,” ujarnya.

Jackson Lapalonga mengaku heran dengan kondisi ini, sebab sosialisasi soal bahaya narkotika yang dilakukan di sekolah-sekolah gencar dilakukan. Karena itu, ke depan pihaknya akan menerapkan program cegah dini melalui tes urin.

“Paling tidak program itu dibuat baku oleh pihak sekolah. Misalnya, diagendakan empat kali tes urin dalam sebulan walaupun pelaksanaanya hanya satu kali. Hal ini agar para siswa takut untuk bermain-main dengan narkotika,” katanya.

Ia menyatakan harus ada terobosan baru agar pencegahan itu berhasil. “Misalnya dalam satu bulan 4 kali, kali 12 bulan, kan Cuma beberapa alat saja, kita siap bantu kalau instansi swasta pemerintah sekolah mau programkan itu, mudah mudahan ini bisa berjalan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen meminta masyarakat di seluruh Tanah Papua aktif memerangi narkoba, dengan memberikan laporan kepada BNN terkait warga yang terkena atau pemakai narkotika.

BACA: MRP minta jumlah aparat keamanan di Nduga dikurangi  

“Masyarakat wajib melapor ke BNN. Selain itu juga melaporkan kepada pihak berwajib terkait bagaimana kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu [yang menyalahgunakan] narkoba,” kata Hery.

Ia tekankan, dengan telah dicanangkannya hari anti narkoba internasional, bisa memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat, khususnya Papua untuk memerangi narkotika. “Atas nama Gubernur Papua, saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua, mari kita sama-sama bergandengan tangan memerangi narkoba demi masa depan daerah dan Negara Indonesia,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT