Jelang 1 Desember, 8 Warga Manokwari Ditangkap Karena Bawa Bendera Bintang Kejora
JUBI.CO.ID | 29/11/2019 09:00
Jelang 1 Desember,  8 Warga Manokwari Ditangkap Karena Bawa Bendera Bintang Kejora
Sejumlah warga melakukan pengibaran Bendera Bintang Kejora ketika merayakan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di lapangan Timika Indah, kabupaten Mimika, Papua, beberapa waktu silam. ANTARA/Husyen Abdillah/Koz/Spt/11.

Manokwari, Jubi – Polisi menangkap delapan warga sipil di Manokwari, Papua Barat, karena kedapatan membawa bendera bintang kejora, Rabu (27/11/2019) dini hari. Dari kedelapan warga itu, polisi menyita 29 bendera bintang kejora berukuran besar, sejumlah poster dan pamflet, serta dua unit mobil.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Brigjen Herry Rudolf Nahak menyatakan delapan warga sipil itu ditangkap polisi yang berpatroli di Manokwari pada Rabu pukul 03.48 WP. Mereka adalah BP, AM,FN, JI, SI, FA, NK, dan SM.

BACA: Ada yang "menggoreng" isu 1 Desember

Herry menyatakan, saat diperiksa polisi kedelapan orang itu mengaku ikut-ikutan karena menerima selebaran ajakan berunjukrasa di Lapangan Borasi, Manokwari pada Rabu. Selebaran itu diedarkan di lingkungan tempat tinggal kedelapan warga yang ditangkap.

Herry menyatakan polisi masih mencari aktor intelektual yang mengajak warga berunjukrasa. “Rata-rata, mereka yang diamankan tidak tahu dampak hukum atas perbuatan mereka. Mereka hanya diajak oleh orang yang membagikan selebaran di tempat tinggal mereka,” kata Herry saat meninjau proses pemeriksaan delapan orang itu di Markas Kepolisian Resor (Polres) Manokwari, Rabu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari, AKP Musa J Permana mengatakan dalam penangkapan kedelapan warga itu polisi juga mengamankan satu set pelantang, satu unit generator pembangkit listrik, satu tiang bendera, sebuah mimbar, satu mobil minibus, dan satu mobil pick-up atau blakos.

“Awalnya, mereka semua kumpul di Lapangan Borasi sekira pukul 03.00 WP,Rabu dini hari. Mereka diduga sedang mempersiapkan tempat untuk aksi tanggal 27 November atas perintah oknum tertentu. Setelah patroli polisi mendapat informasi tentang aktivitas itu, tim patroli langsung melakukan pengejaran dan penangkapan,” ujar Musa.

BACA: Jelang 1 Desember, Polda Papua Barat tak tambah pasukan

Dari pemantauan Jubi, hingga Rabu sore delapan warga yang ditangkap itu masih diperiksa polisi. Belum diperoleh kepastian apakah delapan orang itu akan ditetapkan menjadi tersangka, ditahan, atau dibebaskan.(*).

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT