Komnas HAM Investigasi Mama Tersangka Pembawa Bendera Bintang Kejora Menyusui di Sel Tahanan
JUBI.CO.ID | 16/09/2019 10:20
Komnas HAM Investigasi Mama Tersangka Pembawa Bendera Bintang Kejora Menyusui di Sel Tahanan
Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey (kiri) saat menenumi SM di Polres Manokwari – Jubi/Dok. Komnas HAM perwakilan Papua.

Jayapura, Jubi – Komnas HAM perwakilan Papua menyimpulkan beberapa poin terkait tahanan wanita Polres Manokwari, Papua Barat berinisial SM yang fotonya sempat viral belum lama ini. Dalam foto itu, SM terlihat menyusui bayinya yang berusia tiga bulan di dalam sel tahanan.

Kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, beberapa hari lalu ia memimpin tim investigasi ke Manokwari bertemu SM, untuk memastikan apakah benar SM yang ditangkap Polres Manokwari dan Polda Papua Barat pada 2 September 2019, membawa aksesoris bendera Bintang Kejora, dan apakah benar foto yang viral itu adalah SM, dan mengapa ia menyusui bayinya dalam sel tahanan.

BACA: MRPB tak dilibatkan, Ahoren: Siapa yang beri mandat 61 tokoh itu?

“Ibu itu mengakui benar ia membawa aksesoris bendera Bintang Kejora dari Sorong ke Manokwari, dan foto ibu menyusui bayinya di sel tahanan yang viral itu adalah dirinya,” kata Frits Ramandey kepada Jubi, Minggu petang 15 September 2019.

Menurutnya, dari hasil investigasi Komnas HAM Papua menemukan fakta jika bayi SM dibawa dari Sorong ke Manokwari oleh pihak keluarga pada 10 September 2019. Dari pelabuhan, bayi itu langsung diantarkan bertemu ibunya di sel tahanan Polres Manokwari.

“Setelah melapor ke piket Polres, anggota piket mengizinkan bayi itu bertemu ibunya. Saat bertemu, SM langsung menggendong bayinya dan membawanya ke sel tahanan wanita di bagian dalam, tempat para tahanan beristirahat untuk menyusuinya,” ujarnya.

Ramandey mengakui di Polres Manokwari ada tempat khusus untuk ibu menyusui anaknya. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa ketika itu, SM tidak difasilitasi ke tempat khusus itu untuk menyusui bayinya.

Selain itu Komnas HAM perwakilan Papua juga menilai petugas piket ketika itu tidak cermat.

“Petugas piket hari itu tiga orang, tapi hanya satu yang bertugas dan dia tidak cermat sehingga ibu itu bisa membawa bayinya ke dalam sel,” ucapnya.
Komnas HAM perwakilan Papua juga menyayangkan letak sel tahanan wanita Polres Manokwari yang dinilai tidak memenuhi standar. Kata Ramandey, posisi sel membuat siapa pun dapat melihat hingga ke blok tahanan perempuan.

“Karena itu kami meminta kepada Kapolda Papua Barat segera membenahi sel tahanan perempuan di Polres Manokwari,” katanya.

BACA: Kepulangan mahasiswa, Enembe: Pemulihan psikologis tanggungjawab Pemkab

Sementara salah satu tim kuasa hukum SM, Metuzalak Awom kepada Jubi beberapa hari lalu mengatakan, pihaknya menduga ada unsur kesengajaan maupun kelalaian pihak Polres dalam menerapkan SOP terhadap tahanan wanita.

“Siapa pun akan keberatan dengan foto itu karena seorang tahanan wanita telihat menyusui bayinya dalam ruang tahanan. Itu tidak manusiawi,” kata Awom. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT