Gubernur Papua: Istana Kepresidenan di Jayapura Tak Selesaikan Masalah Papua
JUBI.CO.ID | 11/09/2019 10:20
Gubernur Papua: Istana Kepresidenan di Jayapura Tak Selesaikan Masalah Papua
Presiden Joko Widodo saat menerima sejumlah masyarakat Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa 10 September 2019. Pertemuan untuk mencari solusi terbaik pembangunan Papua kedepan. TEMPO/Subekti

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan persoalan Papua bukanlah persoalan sederhana yang cukup diselesaikan dengan membangun Istana Presiden di Papua ataupun pemekaran wilayah.

Gubernur Lukas Enembe justru mempertanyakan kapasitas 61 orang yang bertemu dengan Presiden Jokowi. “Dalam situasi seperti sekarang ini memang akan banyak orang yang coba memanfaatkan situasi untuk kepentingan masing-masing,” kata Gubernur Enembe usai penyerahan bantuan untuk korban amuk massa di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jayapura, Selasa 10 September 2019.

BACA: Lukas Enembe larang penambangan emas ilegal di Papua

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan para tokoh masyarakat dari Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

Dalam pertemuan itu, para tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat ini menyodorkan sederet permintaan kepada Jokowi.

ketua rombongan, Abisai Rollo menyampaikan sembilan permintaan masyarakat Papua kepada Jokowi. Yakni

1. Pemekaran provinsi untuk lima wilayah adat di Papua dan Papua Barat.
2. Pembentukan badan nasional urusan tanah Papua.
3. Penempatan orang Papua sebagai pejabat eselon satu dan dua di kementerian/lembaga.
4. Pembangunan asrama nusantara di seluruh provinsi dan menjamin keamanan mahasiswa Papua.
5. Revisi Undang-Undang tentang Otonomi Khusus dalam program legislasi nasional 2020.
6. Menerbitkan instruksi presiden untuk pengangkatan honorer menjadi Aparatur Sipil Negara di tanah Papua.
7. Percepatan penyelesaian palapa ring timur Papua.
8. Mengesahkan lembaga adat perempuan dan anak Papua.
9. Membangun Istana Kepresidenan di Papua, di ibu kota provinsi papua, di Kota Jayapura.

Menjawab permintaan itu, Jokowi menyatakan setuju terhadap pemekaran wilayah di Papua dan Papua Barat. "Mungkin dua sampai tiga dulu," katanya.

BACA: Pertemuan para tokoh Papua dengan Jokowi dianggap bukan solusi

Jokowi juga memenuhi permintaan untuk membangun Istana Kepresidenan di Papua, pembangunan asrama nusantara untuk mahasiswa Papua di seluruh provinsi, pengesahan lembaga adat perempuan dan anak Papua, dan menjanjikan Palapa Ring Timur selesai tahun ini.

Terkait pembentukan Badan Nasional Urusan Tanah Papua, Jokowi menyatakan akan mengkajinya terlebih dahulu. Selain itu, Jokowi tidak menjawab sisa permintaan masyarakat Papua dan Papua Barat.

JUBI.CO.ID | TEMPO.CO


BERITA TERKAIT