Majelis Rakyat Papua: Maklumat Mahasiswa Kembali ke Tanah Papua Belum Dicabut
JUBI.CO.ID | 10/09/2019 17:22
Majelis Rakyat Papua: Maklumat Mahasiswa Kembali ke Tanah Papua Belum Dicabut
Mahasiswa Papua di kota Studi Manado saat pulang ke Papua – Piter Lokon/Jubi.

Jayapura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP, Timotius Murib memastikan kabar bahwa pihaknya telah menerbitkan maklumat baru untuk mencabut Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tentang pemulangan mahasiswa dari luar Papua adalah hoaks. Murib menyatakan Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tentang Seruan kepada Mahasiswa Papua di Semua Kota Studi pada Wilayah Negera Kesatuan RI untuk Kembali ke Tanah Papua belum pernah dicabut dan masih berlaku.

Hal itu disampaikan Timotius Murib kepada jurnalis Jubi seusai  rapat anggota MRP di Kota Jayapura, Papua, pada Senin 9 September 2019. “Itu hoaks. MRP baru selesai rapat [dengar pendapat. Rapat itu dilakuan] atas desakan beberapa pihak [yang meminta ada] evaluasi maklumat sebelumnya,” ungkapnya kepada jurnalis Jubi.

BACA: KMSP Resmi Buka Posko Pegaduan Korban Kekerasan di Papua

Dokumen digital yang dibuat menyerupai Maklumat MRP telah beredar pada Senin. Maklumat palsu itu menyatakan MRP telah mencabut Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tertanggal 21 Agustus 2019. Maklumat itu menyatakan seruan agar para mahasiswa Papua yang bersekolah di luar Papua tidak meninggalkan kota studi. Maklumat palsu itu juga menyatakan para mahasiswa Papua yang terlanjur meninggalkan kota studi di luar Papua akan segera kembali ke sekolahnya masing-masing.

Beredarnya maklumat palsu itu menggenapi tekanan dari berbagai pihak kepada MRP untuk mengevaluasi Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tentang Seruan kepada Mahasiswa Papua di Semua Kota Studi pada Wilayah Negera Kesatuan RI untuk Kembali ke Tanah Papua. Murib menyatakan sejak MRP menerbitkan maklumat pemulangan mahasiswa Papua pada 21 Agustus, banyak pihak berkeberatan.

Tekanan dari berbagai pihak itulah yang membuat MRP akan menggelar rapat pada Senin. Rapat MRP pada Senin akhirnya memutuskan MRP meminta setiap pihak yang merasa Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 harus ditinjau diminta bersurat secara resmi kepada MRP. Jika para pihak telah bersurat secara resmi, barulah MRP akan membuat pertemuan untk mengevaluasi Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019.

BACA: Komite Legislatif ULMWP ajak Indonesia selesaikan masalah Papua melalui langkah politik

“Ada beberapa pihak menyampaikan kepada pimpinan mengevaluasi maklumat tersebut. Dalam rapat [MRP pada Senin] disepakati [bahwa setiap pihak yang merasa perlu revisi, apapun bentuknya, [harus] bersurat secara resmi kepada MRP,” ungkap Murib.

Murib menyatakan MRP sebagai lembaga yang memperjuangkan hak orang asli Papua hanya akan mengevaluasi Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 jika orang asli Papua merasa berkeberatan atau haknya terancam dengan keberadaan maklumat itu. Sejauh rakyat Papua merasa terlindungi, Maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019 tidak akan dicabut. “Saya pikir maklumat itu baik untuk kepentingan orang asli Papua,”ungkapnya.(*)

JUBI.CO.ID

 


BERITA TERKAIT