Gubernur Lukas Enembe: 300-an Mahasiswa Pulang Kembali ke Papua
JUBI.CO.ID | 10/09/2019 09:00
Gubernur Lukas Enembe: 300-an Mahasiswa Pulang Kembali ke Papua

Jayapura, Jubi – Maraknya kepulangan para pelajar dan mahasiswa Papua dari berbagai dari kota studi di Indonesia, seperti Manado, Malang, Surabaya, dan Jakarta, membuat Gubernur Papua Lukas Enembe angkat suara.

Kata Lukas Enembe, dirinya sudah mengimbau kepada seluruh pelajar dan mahasiswa-mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di luar Papua agar tidak pulang kalau memang di kota studinya aman. Aman dalam artian, tidak ada tindakan rasisme dan juga persekusi.

BACA: Wakil Ketua 2 Komite Legislatif ULMWP dikabarkan ditangkap polisi

“Saya sampaikan kalau di negara NKRI tidak aman, yah kita pulangkan, tapi kalau daerahnya aman untuk apa kita pulangkan?,” kata Gubernur Lukas kepada wartawan, Senin (9/9/2019) di Gedung Negara, Jayapura.

Kata Gubernur Lukas, kepulangan mahasiswa saat ini atas dasar kemauan sendiri dan bukan atas inisiasi atau paksanaan dari Pemerintah Provinsi maupun kabupaten/kota.

“Mereka ini pulang karena atas kemauan sendiri. Sebagian besar sudah pulang dari beberapa kabupaten/kota. Saat ini kami pusing mau tempatkan mereka dimana,” ujarnya.

Dikatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Barat, MRP Papua Barat, DPR Papua Barat, MRP, DPRP, para bupati dan wali koya, seluruh rektor di universitas yang ada di Papua dan Papua Barat untuk membicarakan kepulangan mahasiswa dengan jumlah besar ke Papua.

“Anak-anak (mahasiswa) ini pulang sendiri tanpa ada pemberitahuan kepada kami (pemerintah),” katanya.

BACA: Komnas HAM kirim tim ke empat kota studi mahasiswa Papua

Disinggung apakah para mahasiswa tersebut bisa kembali lagi ke kota studinya masing-masing, menurutnya setelah ada kata sepakat antara para mahasiswa dan Pemprov baik Papua dan Papua Barat, maka hal itu sangat memungkinkan itu bisa dilakukan.

“Bisa saja. Ini semua tergantung mereka. Sampai hari ini sudah 300an lebih mahasiswa yang sudah pulang hingga hari ini. Sebagian besar di Manado ada 200an, sisanya dari di pulau Jawa,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT