Kapolda Papua Barat: Selama Orasi Isinya Merdeka, Tidak Kami Izinkan
JUBI.CO.ID | 09/09/2019 09:40
Kapolda Papua Barat: Selama Orasi Isinya Merdeka, Tidak Kami Izinkan

Manokwari, Jubi – Kapolda Papua Barat, Brigjen Herry Rudolf Nahak menegaskan tugas Polri hanya memberikan jaminan keamanan khususnya di wilayah Papua Barat.

Nahak berkilah, Polri sama sekali tidak membatasi hak setiap warga Negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, Asalkan substansi orasi dalam unjuk rasa tidak mengganggu ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tugas kita hanya menjaga dan pastikan situasi kondusif dalam setiap agenda unjuk rasa. Tidak ada batasan kepada semua warga Negara untuk sampaikan pendapatnya di muka umum. Tapi ingat, isi orasinya jangan sampai mengganggu ideologi Negara kita,” ujar Kapolda kepada wartawan di Manokwari, Jumat (6/9/2019).

Ditegaskan Nahak, unjuk rasa hari ini di Manokwari merupakan kelanjutan dari aksi tanggal 3 September oleh kelompok yang sama. Sehingga gabungan aparat keamanan tidak memberikan izin kepada para pengunjukrasa untuk bergeser dari tempat kumpul.

Alasan tidak diberikannya ruang untuk pengunjukrasa dapat berjalan, karena selain tidak ada pemberitahuan resmi ke Pihak kepolisian, tidak ada koordinator yang mau bertanggungjawab dalam unjuk rasa tersebut, apalagi sebagian orasinya cenderung minta pisah dari NKRI.

“Kami tetap tidak izinkan mereka jalan, karena kelompok itu tidak ada koordinatornya. Kendatipun ada, toh kita juga tidak akan izinkan selama isi orasi mereka hanya meminta “merdeka”, dan itu jelas mengganggu ideologi NKRI,” ujar Nahak.

Sebelumnya, Ratusan pedemo yang terdiri dari mahasiswa dan warga di Manokwari kembali berorasi di Jalan Gunung Salju Amban, Distrik Manokwari Barat, Jumat (6/9/2019).

Aksi tersebut berakhir tanpa adanya kesepakatan dan akhirnya massa aksi membubarkan diri setelah pihak aparat gabungan tidak mengizinkan pedemo untuk berjalan menuju titik kumpul yang direncanakan.

Erik Aliknoe, salah seorang orator dalam aksi tersebut mengatakan, aksi yang digelar hari ini (Jumat, 06 September 2019) adalah lanjutan dari aksi tanggal 3 September 2019. Namun kondisinya masih tetap sama, aparat keamanan tidak memberikan ruang bagi demonstran untuk berjalan.

“Kami dibatasi lagi, sehingga kami hanya bisa orasi di tempat. Tapi aksi ini akan tetap lanjut, karena aspirasi dan pernyataan sikap harus kami baca dan serahkan langsung kepada Gubernur Papua Barat di lapangan terbuka,” ujarnya.

Dia mengatakan, Gubernur Papua Barat selaku wakil pemerintah Pusat di daerah, harus melakukan tatap muka dengan semua warga di lapangan terbuka, dan tidak boleh diwakilkan oleh bawahannya.

“Aksi unjuk rasa di Manokwari tidak akan berakhir selama Gubernur Papua Barat belum menerima pernyataan sikap. Aspirasi kami tidak bisa melalui perantara atau perwakilan, tapi kami minta harus bertemu langsung dengan Gubernur Papua Barat di tempat yang kami tentukan yaitu di lapangan Borasi,” ujarnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT