Ketua DPR Papua Pertanyakan Prosesi Bakar Batu yang Diinisiasi TNI Polri
JUBI.CO.ID | 09/09/2019 09:40
Ketua DPR Papua Pertanyakan Prosesi Bakar Batu yang Diinisiasi TNI Polri
Upacara bakar batu di Sentani, Kabupaten Jayapura pada, Kamis (5/9/2019) – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Prosesi bakar batu yang berlangsung di Halaman PTC, Entrop, Kota Jayapura dan Lapangan Hawai, Sentani, Kabupaten Jayapura yang diinisiasi oleh TNI dan Polri dalam rangka menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada Kamis 5 September 2019 mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP).

Ketua DPRP Yunus Wonda mengatakan, proses bakar batu yang berlangsung pada Kamis 5 September 019) bukanlah proses adat dalam menyelesaikan sebuah persoalan di tanah Papua termasuk kejadian-kejadian akhir-akhir ini.

BACA: Kapolri -Panglima TNI gelar tatap muka bersama komponen masyarakat Jayawijaya

“Proses adat bakar batu tidak semudah mengumpulkan orang dan dilakukan bakar batu. Bakar batu, bisa dilakukan apabila semua pihak menyepakati sebuah kesepahaman dalam sebuah pertikaian. Nah, akhir-akhir ini kan ada pertikaian, namun pertikaian itu hingga kini belum terselesaikan sepenuhnya,” kata Yunus Wonda menjawab pertanyaan Jubi, Kamis (5/9/2019) malam di Jayapura.

Menurut Wonda, dirinya belum mengetahui apakah proses bakar batu yang terjadi kemarin adalah bentuk dari penyelesaikan persoalan yang terjadi ataukah hanya untuk melakukan konsolidasi.

“Kalau bagian dari konsolidasi, ok, tetapi kalau bagian dari perdamaian, itu belum (bisa) karena hingga kini kondisinya belum seperti yang kita inginkan,” ujarnya.

Dikatakan, tradisi bakar batu bisa dilakukan jika ada satu suku dengan suku lainnya berperang (antara sesama orang Papua).

“Kondisi saat ini berbeda, orang Papua berselisih dengan suku lain (di luar Papua). Ini tidak bisa dijustifikasi prosesnya harus bakar batu secara adat. Saya pikir, tidak perlu ada bakar batu (kemarin), karena dalam acara bakar batu tersebut tidak ada kesepakatan yang dibuat, dan bakar batu tersebut juga tidak dihadiri oleh tokoh-tokoh,” ujarnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyatakan, situasi di wilayah Jayapura baik kabupaten dan kota cukup kondusif, termasuk beberapa kabupaten lainnya di Papua.

“Nanti Kamis, jam 12.00, akan menghadiri bakar batu di PTC Entrop Jayapura dalam rangka Papua yang aman dan damai, kegiatan yang sama dilakukan di Kabupaten Jayapura,” ujar Kabid Humas.

BACA: Pasca napi kabur, Lapas Abepura diperketat

Sedakar diketahui, tradisi bakar batu merupakan tradisi penting di Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahmi (mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan (kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku), atau untuk mengumpulkan prajurit untuk berperang.

Tradisi Bakar Batu umumnya dilakukan oleh suku pedalaman atau pegunungan, seperti di Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Dekai, Yahukimo, dan beberapa daerah lainnya di wilayah pegunungan Papua. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT